Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
RASANYA hampir mustahil pecinta kuliner Tanah Air tidak mengenal ayam taliwang, makanan khas dari Pulau Lombok. Kuliner satu ini memiliki cita rasa yang sangat khas dengan racikan bumbu yang spesial.
Resep nikmat ayam taliwang ditemukan pasangan suami istri Haji Ahmad Moerad dan Hajah Salmah Moerad, warga Kelurahan Taliwang, Kecamatan Cakranegara Utara, Kota Mataram. Keturunan Haji Ahmad Moerad, yakni Taufan Rahmadi, menuturkan jika resep sang kakek pertama kali dibuat dan dijual di sebuah warung di bilangan Jalan Raya Cakranegara, sekitar 1967 silam.
"Kakek saya sebenarnya adalah saudagar sapi terkenal. Namun, bisnisnya bangkrut. Untuk bertahan hidup, ia memulai usaha baru, membuka warung makan di salah satu rumah toko di Cakranegara, dan masih eksis sampai sekarang," terang Taufan.
Hanya saja, usaha baru yang dipilih Haji Moerad sempat menemui halangan. Pasalnya, pihak keluarga sempat menentang. Namun, tekad dan keyakinan Haji Moerad yang luar biasa akhirnya membuat keluarga luluh.
"Saat itu kakek boleh jualan, tetapi syaratnya tidak boleh mahal. Selain itu, jangan pernah menolak orang miskin yang ingin makan di rumah makan, meski tidak punya uang," tutur Taufan.
Baca juga: Berkolaborasi Hadirkan Makanan Sehat dan Ramah Lingkungan
Untuk menarik minat masyarakat, Haji Moerad kala itu menghadirkan menu spesial, yaitu ayam bakar yang diolah sedemikian rupa. Menu inilah yang kemudian dikenal sebagai ayam taliwang.
Menurut Taufan, ayam taliwang tidak memiliki resep rahasia. Masyarakat luas boleh mengetahui resep temuan Haji Moerad ini. Haji Moerad pun tidak mematenkan ayam taliwang. Sehingga masyarakat yang ingin menjalani usaha ini sangat terbuka lebar.
"Ini jadi amal jariyah beliau," kenang Taufan menyampaikan alasan sang kakek tidak mematenkan resep ayam taliwang.
Seiring waktu, rumah makan Haji Moerad berkembang semakin pesat. Bahkan telah berdiri empat restoran Ayam Taliwang lagi yang dimiliki anak keturunan Haji Moerad, yaitu yang berlokasi di Kelurahan Pajang Timur, Kelurahan Karang Bagu, Kelurahan Taliwang, dan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Ciri dari restoran ayam taliwang asli, semua akan dipasang foto penemu menu makanan ayam taliwang, Haji Ahmad Moerad dan istrinya," pungkas Taufan.
Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi, mengatakan, ayam taliwang telah melengkapi kekayaan wisata Lombok. "Dengan hadirnya ayam taliwang, kekuatan wisata NTB menjadi sangat beragam. Kita bukan hanya memiliki wisata alam yang keren, NTB juga juga punya budaya yang terjaga, serta tentunya kuliner yang sangat khas," katanya. (RO/S-2)
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Cek jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di NTB. BMKG ungkap alasan fenomena 'Blood Moon' malam ini sangat fotogenik meski ada kendala cuaca berawan.
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Spesial tahun ini, hidangan-hidangan Turki dapat dinikmati di Jakarta, tepatnya di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro melalui program “Taste of Turkiye”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved