Minggu 12 September 2021, 21:47 WIB

Lembaga Perlindungan Perempuan Minta Publik Kawal Kasus KDRT Anggota DPRD Jatim

mediaindonesia.com | Nusantara
Lembaga Perlindungan Perempuan Minta Publik Kawal Kasus KDRT Anggota DPRD Jatim

Ist
Staf Operasional Lembaga perlindungan anak dan perempuan Star Arutala, Mei Rukmana, saat diwawancarai.

 

LEMBAGA perlindungan anak dan perempuan, Star Arutala, menyatakan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Partai Gerindra dengan inisial BK terhadap istrinya dengan inisial MM harus jadi perhatian bersama. 

Hal ini mengingat BK adalah tokoh publik yang memiliki power dan kekuasaan. Lembaga Star Arutala mengatakan jangan sampai dugaan kasus ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

“Pelaku memiliki power dan kekuasaan. Jangan sampai hal ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Apalagi ini kasus KDRT,” kata Staf Operasional Star Arutala, Mei Rukmana, kepada wartawan di Surabaya, Minggu (12/09/2021), sebagaimana rilis yang diterima Minggu (12/9).

Mei menyatakan bahwa sebagai tokoh publik, BK seharusnya menjadi teladan bagi warga Jawa Timur.

Ia seharusnya memberi contoh bagaimana membina rumah tangga yang baik. Apalagi, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur tergolong tinggi

“Sepanjang tahun 2020, laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur menyebutkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.887,” kata Mei.

Sementara itu kuasa hukum MM, Bernike Hangesti, mendesak agar pihak Polda Jawa Timur segera menetapkan BK sebagai tersangka dalam kasus dugaan KDRT.

“Agar kepolisian segera menetapkan BK sebagai tersangka. Klien kami sudah sangat menderita,” kata Bernike saat dihubungi pada Minggu (12/09/2021).

Bernike tidak ingin posisi BK sebagai tokoh publik menghalang-halangi proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Semua orang mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum.

“Dalam Pasal 27 ayat (1) UUD RI 1945 secara tegas telah memberikan jaminan bahwa “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya,” tegas Bernike.

Sedangkan Ketua DPD Partai Gerindra Anwar Sadad saat dihubungi pada Minggu (12/09/2021) tidak merespons kasus tersebut. 

Sebagaimana diketahui, anggota DPRD Jatim dengan inisial BK telah dilaporkan istrinya dengan inisial MM dalam kasus dugaan KDRT. Laporan itu telah masuk ke Polda Jawa Timur pada 2 September 2021.

Menurut sumber resmi, BK telah menjalani pemeriksaan pada Jumat (10/9) di markas Polda Jawa Timur.

Sebuah akun di Twitter dengan nama @kenbi_010 membagikan sebuah utas pada Kamis (09/09/2021). Utas itu menceritakan kekerasan yang dilakukan BK terhadap MM.

@kenbi_010 mengatakan kekerasan yang dilakukan BK diantaranya adalah menendang, mencengkeram, dan meninju MM. BK disebut juga melakukan kekerasan seksual dengan melakukan sodomi terhadap MM.

Tidak hanya itu, @kenbi_010 juga menyebut BK berulangkali mengajak perawat di rumah sakit untuk melakukan video call sex (VCS). (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Kristiadi.

Kawanan Maling Bobol Minimarket Terekam CCTV

👤Kristiadi 🕔Minggu 26 September 2021, 11:15 WIB
Ia mengatakan aksi tercela itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini...
ANTARA/JOKO SULISTYO

BMKG DIY: Waspada Hujan Sedang-Lebat dan Angin Kencang

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 26 September 2021, 10:33 WIB
Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, petir atau kilat dapat terjadi di wilayah Sleman dan Kulonprogo...
Dok.Polri

Tiba di Oksibil, Pengungsi Kiwirok Diberikan Trauma Healing 

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 26 September 2021, 10:27 WIB
Trauma Healing tersebut dibuka dengan Doa bersama dan diteruskan dengan Permainan yang menghibur...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya