Sabtu 11 September 2021, 08:00 WIB

Bengawan Solo Tercemar Jadi Bencana Bagi Ribuan Warga Blora

Akhmad Safuan | Nusantara
Bengawan Solo Tercemar Jadi Bencana Bagi Ribuan Warga Blora

MI/Widjajadi
Pencemaran sungai Bengawan Solo kian parah mengakibatkan PDAM di wilayah sekitarnya sulit mengolah bahan baku air dari sana.

 

PENCEMARAN Sungai Bengawan Solo kian parah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora terpaksa menghentikan produksi. Sebab kesulitan memproses bahan baku air dari Bengawan Solo yang berwarna hitam dan beraroma tidak sedap.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (11/9), Sungai Bengawan Solo tercemar kian parah, selain berwarna hitam kecoklatan, juga menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi ini terjadi cukup merata di sepanjang aliran sungai bahkan hingga ke daerah Kabupaten Blora,  Jawa Tengah.

Warga yang sebelumnya banyak memanfaatkan air sungai untuk pengairan dan kebutuhan hidup semakin kesulitan. Nelayan juga sulit menangkap ikan, bahkan warga juga khawatir pencemaran yang terjadi merembes hingga sumur mereka.

Kondisi terparah akibat pencemaran tersebut, PDAM Blora yang mengandalkan Sungai Bengawan Solo sebagai air baku terpaksa menghentikan proses produksi dan penyaluran air bersih ke 1.200 pelanggannya, karena kesulitan melakukan pengolahan.

"Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk menormalisasi air, tetapi karena pencemaran cukup parah sehingga sulit dilakukan," kata Direktur PDAM Blora Yan Ria Pramono.

Akibat tidak dapat memproses air layak konsumsi, jelas Pramono, untuk sementara waktu dihentikan distribusi air ke 1.200 dari 2.700 pelanggan PDAM Blora yang berada di lima kecamatan yakni Cepu,  Sambong, Jeken, Jepon dan Blora Kota. "Itu juga terjadi di daerah lain sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo," imbuhnya.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo tersebut sudah cukup berat. Akibatnya ribuan warga kesulitan air bersih karena PDAM Blora terpaksa menghentikan produksi dan distribusi air bersih.

"Saya mohon Gubernur Jawa Tengah dapat membantu menertibkan pencemaran dan perusahaan yang melakukan pencemaran itu," kata Arief Rohman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya mengungkapkan kejengkelannya terhadap pencemaran yang kembali terjadi di Sungai Bengawan Solo tersebut, bahkan telah meminta untuk dilakukan pemeriksaan terhadap para pelaku pencemaran itu. "ni sudah keterlaluan sekali," ujarnya.

Pencemaran terjadi di Bengawan Solo, ungkap Ganjar Pranowo, modus operandi masih sama yakni pabrik minuman keras membuang limbah ke sungai itu. Pihaknya sudah meminta ke kepolisian agar kasus ini diusut tuntas. (OL-13)

Baca Juga: Dua Kubah Lava Gunung Merapi Semakin Tinggi

 

 

Baca Juga

ANTARA

Vaksinasi PMK Di Sumsel Baru 80% Dari Target

👤Dwi Apriani 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:15 WIB
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah mendapatkan 12.200 vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah...
DOK MI

Pemkab Bandung Barat Data Jumlah Ternak Mati Akibat PMK

👤Depi Gunawan 🕔Senin 04 Juli 2022, 18:43 WIB
PEMKAB Bandung Barat, Jawa Barat masih melakukan pendataan jumlah hewan ternak yang mati karena terjangkit penyakit mulut dan kuku...
Antara

Hewan Kurban di Sulawesi Tengah Cukup dan Bebas PMK

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Senin 04 Juli 2022, 18:28 WIB
Pemprov Sulawesi Tengah mencatat potensi ketersediaan hewan kurban pada tahun ini, yakni sapi 6.758 ekor, kambing 1.789 ekor dan domba 108...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya