Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK jembatan senilai Rp14,9 miliar yang membentang di atas aliran Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan antara Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh dan Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, pada Senin malam (11/11) melengkung dan nyaris runtuh setelah diterjang luapan air sungai tersebut.
Proyek milik DPU Sragen itu saat ini masih dalam progres pengerjaan, dan hampir mencapai 80% dari kontrak kerja, yang harus dituntaskan hingga akhir 2024.
Namun karena terganggu cuaca ekstrim, dan ancaman bencana hidrometeorologi, progres proyek jembatan itu bisa saja terganggu. Sebelum diterjang luapan sungai Bengawan Solo, pada Februari lalu jembatan tersbeut juga mengalami gangguan yang sama.
Pantauan Media Indonesia, Selasa (12/11) kondisi bentangan jembatan baja yang masih dirangkai, telah melengkung. Perancah atau struktur sementara penyangga rangka jembatan yang belum selesai dirangkai, melengkung dan terancam runtuh, usai air Sungai Bengawan Solo meluap setelah wilayah hulu diguyur hujan deras .
Menurut Kepala Dinas PU Sragen Albert Pramono Soesanto, hujan lebat yang terjadi Senin (11/11) malam memunculkan dampak air sungai Bengawan Solo meluap dan menerjang perancah penahan bentangan jembatan.
"Ya ini resiko pekerjaan. Saya sudah mengingatkan sejak awal. Jika air sudah surut, pelaksana harus cepat menuntaskan progres, agar proyek senilai Rp14,9 miliar dapat selesai akhir tahun sesuai kontrak," tukas dia.
DPU Sragen, lanjut Albert, menolak memasukkan musibah itu sebagai bencana alam. Sebab kontraktor mestinya sudah memperhitungkan pekerjaan yang dilaksanakan bersinggungan dengan musim hujan. "Itu resiko menggarap proyek jembatan, saya tidak memasukkan dalam situasi kahar (force majeure/keadaan di luar kendali manusia akibat bencana alam)," imbuh dia.
Pada saat memulai pekerjaan mendirikan pilar jembatan Februari 2024 lalu, juga sempat roboh, disapu arus sungai yang sedang meluap.
Kabid Bina Marga DPU Sragen Aribowo Sulistyono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bersama kontraktor pelaksana sudah melakukan peninjauan di lokasi, dan mencermati kerangka jembatan yang melengkung itu. "Ya masih menunggu aliran Bengawan Solo surut, guna menentukan langkah berikutnya, agar pekerjaan nanti bisa diselesaikan tepat waktu,” kata Aribowo.
Tentang hambatan pekerjaan ke depan, Ketua DPU Albert menambahkan, kontraktor harus lebih cermat, agar pekerjaan sisa tidak terganggu, dan proyek bisa selesai tepat waktu. "Ya mestinya sudah selesai 80%. Jika pekerjaan lanjutan usai gangguan ini molor, ya menjadi resiko. Yang jelas kalau tidak selesai, maka akan diberlakukan sanksi denda keterlambatan penyelesaian proyek," pungkas Albert. (N-2)
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
PEMERINTAH menargetkan seluruh jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dapat rampung pada akhir pekan ini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved