Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) kembali memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Kali ini 2.000 paket sembako diberikan kepada buruh tani di Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Banten.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono mengatakan, pada hari ini Polri melakukan bakti sosial (baksos) kepada rekan-rekan buruh tani yang ada di Desa Sukamanah. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat di sini yang terdampak Pandemi COVID-19.
“Di Desa Sukamanah, Kabupaten Pandeglang, Banten kami bagikan kurang lebih 2.000 paket sembako kepada teman-teman buruh tani disini,” tutur Istiono, di Desa Sukamanah, Pandeglang, Banten, Rabu (8/9).
Lebih lanjut, Istiono menuturkan, di wilayah ini sudah termasuk zona kuning yang artinya kondisinya sudah mulai membaik. Berdasarkan pantauannya, masyarakat yang berada di desa ini juga taat protokol kesehatan (Prokes).
“Saya tadi lihat teman-teman di pedesaan sangat luar biasa, semua pakai masker. Saya terima kasih dan apresiasi untuk Desa Sukamanah ini yang patuh dan taat menerapkan prokes,” ujarnya.
Menurut Istiono, kondisi yang mulai membaik merupakan sinergi semuanya, mulai dari pemerintah, perangkat desa, dan masyarakat yang menjaga prokes. Terkait vaksinasi di Desa Sukamanah juga telah dilakukan sebesar 40 persen dan dinilai sangat bagus.
“Yang terpenting memakai masker untuk saat ini, saya terima kasih dan apresiasi. Saya juga dengar dari RT RW, yang sudah divaksin 40 persen sangat bagus karena bisa sampai desa ujung,” tambahnya.
Sementara, Ketua Buruh Tandur Sukamanah, Asarip Sihabudin mengaku senang mendapatkan bantuan dari Polri. Menurutnya, bantuan ini sangatlah membantu bagi masyarakat di Desa Sukamanah yang kesehariannya sebagai petani di sawah.
“Saya senang sekali mendapatkan bantuan ini, masyarakat kami banyak yang tidak mampu kesehariannya petani. Apalagi sekarang sudah musim beres tandur, jadi pekerjaan berkurang,” tutur Asarip.
Menurutnya, selama Pandemi COVID-19 omzetnya sangat menurun, harga gabah merosot, sedangkan pupuk naik. Dirinya mewakili masyarakat dan petani lain mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami sebagai masyarakat yang menerima bantuan mengucapkan banyak terima kasih kepada Polri. Kami doakan semoga beliau dan jajarannya diberikan kesehatan dan Pandemi COVID-19 segera diangkat Allah SWT,” ucapnya.
Di tempat yang sama, salah satu warga yang menerima bantuan, Emi Suhaimini mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Polri. Dirinya berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi keluarganya.
“Senang sekali, Alhamdulillah mendapat bantuan ini. Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi keluarga kami, karena selama Pandemi COVID-19 rada kekurangan dari ekonomi. Saya ucapkan terima kasih kepada Polri atas bantuan yang diberikan kepada kami,” pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: BPBD Buru Lakukan Pendataan di Wilayah Terdampak Banjir dan Angin Kencang
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved