Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

BPDLH Gandeng Perusahaan Global Perkuat Pembiayaan Agroforestri Petani Kakao dan Kopi

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 09:31
BPDLH Gandeng Perusahaan Global Perkuat Pembiayaan Agroforestri Petani Kakao dan Kopi
Ilustrasi--Petani menyemprotkan pupuk cair organik di kebun miliknya di Desa Kenconorejo, Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (22/1/2022).(ANTARA/Harviyan Perdana Putra)

BADAN Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) resmi memperkuat ekosistem pembiayaan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah raksasa industri global. Sinergi ini melibatkan PT Mars Symbioscience Indonesia yang bermitra dengan PT Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia serta PT Papandayan Cocoa Industries (Barry Callebaut) sebagai offtaker atau penjamin pasar.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor kehutanan berbasis agroforestri di Indonesia. Fokus utamanya adalah memberikan akses permodalan bagi petani kakao dan kopi melalui instrumen keuangan inovatif yang transparan, akuntabel, dan memiliki daya telusur (traceability) tinggi.

Fasilitas Dana Bergulir untuk Petani Hutan

Sesuai mandat dalam mendukung pembangunan rendah karbon, BPDLH menghadirkan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) yang dirancang inklusif bagi Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) dan pelaku Perhutanan Sosial. Skema ini tidak hanya menyasar produktivitas, tetapi juga mendorong mekanisme "tunda tebang" untuk menjaga tutupan hutan tetap terjaga.

MI/HO--Penandatangan kerja sama antara BPDLH dengan sejumlah raksasa industri global untuk memberikan akses permodalan bagi petani kakao dan kopi melalui instrumen keuangan inovatif yang transparan, akuntabel, dan memiliki daya telusur (traceability) tinggi.

Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan di tingkat tapak. "BPDLH hadir untuk membantu meningkatkan literasi keuangan petani. Melalui skema dana bergulir, kita tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun rekam jejak finansial petani," ujarnya.

Berikut adalah rincian sebaran wilayah dan target penerima manfaat dari kolaborasi strategis ini:

Wilayah Komoditas/Program Target Peserta
Luwu Utara & Luwu Timur (Sulsel) Kakao 500 Petani
Lampung Timur & Pesawaran (Lampung) Kakao 200 Petani
Jember (Jatim) & Tanggamus (Lampung) Kopi (KTH Rengganis) 150 Petani
Kediri (Jawa Timur) Mangga Podang (Tunda Tebang) 4 KTHR
Bulungan & Malinau (Kaltara) Pemberdayaan Petani Hutan 238 Petani

Keunggulan Skema Blended Finance

Program ini menerapkan mekanisme Blended Finance Model (BFM), yang menggabungkan akses modal dengan pendampingan teknis intensif. Keunggulan utama dari skema ini meliputi:

  • Fleksibilitas: Persyaratan inklusif dengan siklus pengembalian yang disesuaikan dengan karakteristik usaha agroforestri.
  • Kepastian Pasar: Integrasi langsung dengan offtaker global untuk menekan risiko usaha dan menjamin keberlanjutan ekonomi.
  • Integrasi Data: Monitoring berbasis data akurat untuk meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan dan membangun kepercayaan lembaga keuangan formal.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menambahkan bahwa kelompok tani hutan harus bertransformasi menjadi entitas profesional.

"Dana bergulir harus terhubung dengan kepastian pasar melalui kemitraan dengan offtaker agar kelompok tani mampu mengelola dana secara optimal dan bertanggung jawab," jelasnya.

Melalui model agroforestri dan pembiayaan tunda tebang ini, pemerintah membuktikan bahwa perlindungan fungsi ekologis hutan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi pilot project bagi pengembangan skema pembiayaan hijau lainnya di masa depan, memastikan Mata Uang Rupiah yang dikelola memberikan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya