Rabu 08 September 2021, 06:20 WIB

Langgar 3 Perda, Minimarker di Bandung Barat Disegel

Depi Gunawan | Nusantara
Langgar 3 Perda, Minimarker di Bandung Barat Disegel

MI/Depi Gunawan
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan memimpin penyegelan minimarket yang melanggar tiga Perda, Selasa (7/9)

 

SEBUAH minimarket di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar disegel Satpol PP Bandung Barat. Lantaran melanggar tiga Peraturan Daerah (Perda) setempat.

Minimarket tersebut terbukti melanggar tiga aturan daerah sekaligus, yakni Perda Nomor 8 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kemudian, Perda Nomor 21 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pasar, Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan. Serta Perda Nomor 12 tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.

"Minimarket ini sebelumnya sudah diperingatkan secara tertulis dan bertahap. Namun karena peringatan tidak digubris, kita tutup dengan cara disegel," kata Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan saat memimpin penyegelan, kemarin.

Pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif dengan memberi jangka waktu dan surat peringatan kepada pengelola. Penyegelan ini juga sebagai bentuk tindakan tegas pemerintah dalam upaya penegakan Perda dan peringatan bagi pengelola minimarket lainnya yang tidak berizin.

Pertimbangan penutupan dan penyegelan minimarket, lanjut Hengky, karena jarak minimarket tersebut sangat berdekatan dengan pasar tradisional. Sesuai aturan Perda, diatur tentang jarak minimal 500 meter antara minimarket dengan pasar tradisional sebagai upaya mendorong persaingan sehat dalam dunia usaha.

"Kami telah memberi peringatan sejak awal tahun 2021 kepada pemilik usaha modern untuk segera melengkapi izin baik IMB ataupun izin usaha. Pemda sangat menghormati pelaku usaha yang beriktikad baik mengurus izin dengan memberikan tenggat waktu hingga Oktober 2021," bebernya.

Sementara itu, perwakilan pihak minimarket, Iwan Kurniawan mengaku lokasi yang ditempati saat ini berstatus sewa sejak 2008 dan baru akan berakhir tahun depan. Karena harus ditutup dan tidak boleh beroperasi, pihaknya berjanji taat sebagai bentuk kepatuhan pelaku usaha kepada pemerintah.

"Kita minta waktu untuk persiapan tutup meski sewa tempat baru habis tahun depan. Untuk empat pegawai tidak akan diberhentikan, mereka akan tetap dipekerjakan dengan dipindah ke toko di tempat lain," ucapnya. (OL-13)

Baca Juga: BMKG: Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang

 

Baca Juga

dok.Barantan

Warga Padang Ekspor Perdana Cicak ke Hong Kong

👤Yose Hendra 🕔Selasa 24 Mei 2022, 15:20 WIB
WARGA Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mengekspor sebanyak 330 Kg cicak kering ke Hong...
dok.ist

Jadi Panutan Masyarakat Sunda, Brigjen (Purn) Budi Setiawan Raih Penghargaan

👤Kristiadi 🕔Selasa 24 Mei 2022, 14:57 WIB
BRIGJEN Pol (Purn) Budi Setiawan menerima penghargaan dari Pengasuh Pakarang Adat Nusantara Abah Dr. Yusuf...
dok.Ant

Calhaj Ciamis yang Sudah Konfirmasi Ada 502 dari Kuota 508 Orang

👤Adi Kristiadi 🕔Selasa 24 Mei 2022, 14:36 WIB
CALON jemaah haji tahun ini Kabupaten Ciamis mendapatkan kuota sebanyak 508 orang yang sudah konfirmasi baru 502 tinggal enam orang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya