Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur telah mengeluarkan instruksi Pembelajaran tatap muka (PTM) dalam skala terbatas, 24 Agustus lalu. Namun, tren kasus terkonfirmasi covid-19 dalam sepekan terakhir menunjukkan tren meningkat.
Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata mencatatjumlah kasus terkonfirmasi
covid-19 sebanyak 2.183, pekan lalu. Kamis (26/8), ada tambahan 12 kasus baru.
Di tengah tren kenaikan kasus, PLT Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday,
menginstruksikan untuk memulai pembelajaran tatap muka. Lembata juga berstatus daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, saat ini bekerja keras untuk mendapat pasokan vaksin. Pekan lalu, mereka mendapat pasokan 4.500
dosis vaksin Astrazeneca dan Sinovac.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng mengaku memprioritaskan vaksinasi untuk tenaga kependidikan. "Lembata
akan memulai pembelajaran tatap muka." (N-2)
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Petugas mengimbau masyarakat maupun pengunjung agar tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved