Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperhitungkan pada 16-23 Agustus 2021 di Indonesia dan khususnya di Kota Tebing Tinggi, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan meminta dan mengimbau para camat, lurah serta masyarakat Tebing Tinggi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim.
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Kota (Pemkot) Tebing Tinggi Dedi Parulian Siagian menjelaskan adapun imbauan Wali Kota Tebing Tinggi tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang peringatan dini dan langkah kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrim yang diperkirakan pada 16-23 Agustus 2021.
"Kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi disebabkan oleh cuaca ekstrim tersebut tetap memperhatikan beberapa hal sebagaimana surat edaran yakni agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir dan lainnya yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang dan jalan menjadi licin," jelas Dedi dalam keterangan tertulisnya yang juga Kepala Dinas Kominfo Tebing Tinggi, Kamis (19/8).
Selain itu kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat dan lurah se-Kota Tebing Tinggi Dedi berharap agar meningkatkan koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk melakukan langkah-langkah kesiapan sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan pandemi covid-19.
"Melakukan sosialisasi dan pengkondisian warga masyarakat untuk menjauh dari bantaran sungai, rawan longsor dan pohon tumbang. Bersiap melakukan evakuasi terhadap warga masyarakat yang tinggal di daerah resiko bencana. Mengaktifkan tim siaga bencana untuk terus memantau lingkungan sekitar akan terjadinya bencana dan melaporkan langkah kesiapan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebing Tinggi," ajaknya. (AP/OL-10)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di perlintasan rel tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu malam. Kedua korban pada saat kejadian sedang bermain tenda-tendaan bersama dua anak lainnya.
Layanan tersebut meliputi administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, hingga layanan kepolisian dan imigrasi.
KAKEK berusia 75 tahun terjebak dalam kebakaran sebuah penginapan kelas melati di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara (Sumut).
DUA bencana tanah longsor terjadi sejak dua hari terakhir di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved