Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA bencana tanah longsor terjadi sejak dua hari terakhir di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Pertama terjadi di pinggir Jalan H. Mamad RT 004 RW 05 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Jaya sepanjang 15 meter dengan kedalaman 15 meter. Longsornya tanah mengakibatkan pohon roboh dan menutupi Kali Rawasari, Cipayung Jaya.
Sedangkan longsor kedua terjadi di perumahan New Anggrek 2, Grand Depok City (GDC), Sukmajaya, Kota Depok, longsor sepanjang 15 meter dengan kedalaman 10 meter.
Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok Bahtiar Ardiansyah mengatakan longsor tanah tebing di Jalan H. Mamad RT 004 RW 05 Kelurahan Cipayung Jaya, terjadi Senin sore (6/5).Sedangkan longsor kedua terjadi di perumahan New Anggrek 2, Grand Depok City (GDC) Selasa pagi (7/5), dikarenakan struktur Tanah yang labil.
Baca juga : Tebing Setinggi 10 Meter di Depok Longsor, Timbun Aliran Sungai dan Sejumlah Pohon
Dikatakan, dalam dua kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya menimbulkan kerusakan pada aliran kali. "Tanah longsor di jalan H. Mamad RT 004 RW 05 Kelurahan Cipayung Jaya, dan perumahan New Anggrek 2, Grand Depok City (GDC), umumnya, karena perubahan yang terjadi pada ekosistem alam, " kata dia, Selasa (7/5).
Sisi lain, banyaknya pohon-pohon yang ditebang juga menjadi salah satu dari sekian banyak penyebab tanah longsor.
Namun, biasanya penyebab tanah longsor yang paling umum dan paling dapat diprediksi yaitu saat terjadinya hujan dengan debit air yang besar. Karena, saat hujan tanah akan menjadi lembek. Ketika sifat tanah menjadi lembek maka dapat menjadi penyebab tanah longsor.
Baca juga : Pemkot Depok Indentifikasi Daerah Rawan Longsor
Tanah longsor bisa terjadi pada area sekitar tebing yang curam. "Dan apabila tebing tersebut dibawahnya terdapat akses jalan yang dilewati manusia, maka akan sangat berbahaya pastinya," ujarnya.
Menghindari jatuhnya korban longsor, warga yang tinggal di pinggir tebing jalan diingatkan tidak membangun rumah.
Banyak orang mendirikan rumah dan tempat usaha di pinggir tebing di Kota Depok. Pembangunan rumah yang tidak memperhatikan lingkungan, kebanyakan penduduk di sana memotong tebing di pinggir jalan raya, lalu mendirikan rumah.
Baca juga : 4 Kasus Tanah Longsor Terjang Depok dalam Semalam
"Sementara tebing bekas yang dipotong ada yang kemiringannya 90 derajat dan tingginya sampai empat meter, itu sangat rawan longsor," katanya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, sebenarnya sudah melarang pembangunan rumah di kawasan seperti itu. Kalaupun membangun rumah jangan dengan memotong tebing. Tebing di belakang rumah harus landai dan tidak boleh curam, karena tebing itu jenis tanah merah yang jika terkena air gampang menimbulkan longsor.
“Aturan pemerintah daerah sudah tegas untuk mengontrol pembangunan rumah di lokasi rawan longsor, perilaku masyarakat membangun rumah di lokasi berbahaya seperti itu sebenarnya ditinggalkan, sebab bisa menimbulkan korban jiwa,” imbuh Bahtiar.
Dia juga mengingatkan bencana seringkali datang saat menjelang subuh atau malam hari karena kemungkinan pengaruh gaya gravitasi bumi. "Gravitasi sedang rendah seringkali juga memicu timbulnya bencana longsor.” (KG/Z-7)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di perlintasan rel tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu malam. Kedua korban pada saat kejadian sedang bermain tenda-tendaan bersama dua anak lainnya.
Layanan tersebut meliputi administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, hingga layanan kepolisian dan imigrasi.
KAKEK berusia 75 tahun terjebak dalam kebakaran sebuah penginapan kelas melati di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara (Sumut).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved