Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah merencanakan akan membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat sekolah usia dini hingga SMP pada awal September mendatang. Hal ini sejalan dengan penurunan angka terkonfirmasi covid-19 dan kesiapan sarana prasarana (sarpras) di satuan pendidikan.
"Memang belum semuanya syarat kita bisa penuhi, namun akan segera dilakukan koordinasi agar segera syarat terpenuhi, Insya Allah kemungkinan awal September bisa dilakukan PTM,� cetus Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Agus Sujarwo, Kamis (19/8).
Kendati nantinya diberlakukan PTM, menurut Agus, tetap akan ada pembatasan jumlah siswa yang masuk. Sesuai Peraturan Mendagri dan Instruksi Bupati, pembatasan untuk siswa usia PAUD dan TK, hanya diperbolehkan maksimal 33 persen, untuk SLB hanya 5 anak perkelas, dan untuk SD/SMP maksimal 50 persen. Tentu dengan pengaturan jadwal waktu PTM dan jarak jauh secara bergantian.
"Pembatasan jumlah siswa tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19," katanya.
Saat ini, untuk menuju PTM, katanya masih ada beberapa kekurangan administrasi yang harus dilengkapi. Antara lain cheklist sarpras di sekolah yang belum semuanya masuk.
"Kami terus memperbarui data sarpras, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan WC sekolah kondisinya seperti apa, memang belum semuanya
masuk," katanya.
Dijelaskan, dari 409 SD dan 78 SMP negeri maupun swasta, semuanya sudah dilengkapi sarpras protokol kesehatan (prokes). Namun dibeberapa sekolah masih kurang lengkap, seperti tempat cuci tangan yang airnya belum mengalir. "Kekurangan itu akan segera diperbaiki agar secepatnya PTM bisa dilakukan," ujarnya.
Selain sarpras, kesiapan lainnya adalah vaksinasi. Di Temanggung saat ini hampir 95 persen tenaga pendidik sudah divaksin. Lima persennya belum divaksin karena berbagai alasan seperti sedang hamil, dan berkomorbid. (OL-15)
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
PIHAK Polres Temanggung, Jawa Tengah berinisiatif meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas tambang galian C ilegal di daerah itu, khususnya di Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung.
KENDATI terpantau ada sejumlah komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan harga selama Bulan Ramadan tahun 2026 ini, namun kenaikan tersebut terbilang masih wajar.
Di awal Ramadan permintaan bahan pangan biasanya cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga.
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
Warga berpartisipasi dalam tradisi Nyadran Pepunden di Dusun Kebondalem, Kemiri, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.
Tradisi yang diikuti ribuan peserta digelar dalam rangka tradisi napak tilas sejarah berdirinya Kabupaten Temanggung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved