Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKAYAAN Desa Wisata Terban, di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin terkuak. Desa yang berada di kawasan perbukitan Patiayam, Pegunungan Muria, itu, ternyata juga memiliki sejumlah gua.
Belum lama ini, ada 15 gua peninggalan Jepang yang ditemukan masyarakat. Lokasinya tersebar di sejumlah titik.
Untuk menuju lokasi sejumlah gua yang berada di sisi utara Desa Terban,
warga harus menempuh perjalanan berkendara yang memakan waktu 20-30 menit. Gua-gua itu masih jarang dijamah warga.
Namun, beberapa gua sudah akan dibuka dengan cara digali oleh warga dan Pemerintah Desa Terban. Sementara beberapa gua lain masih tertutup gunungan tanah.
Kepala Desa Terban Supeno mengatakan, keberadaan gua Jepang sudah ada sejak dulu dan lokasinya terpisah-pisah. "Kebanyakan berada di lahan pertanian warga."
Baru baru ini warga mulai berupaya membuka sebagai upaya mengenalkan
potensi wisata Desa Terban ke masyarakat luas.
"Gua akan menjadi unggulan tersendiri dari Desa Terban. Kami sudah memiliki 15 gua. Gua-gua Jepang memiliki bentuk bangunan struktur kotak dan dalamnya berbentuk T. Ada gua tembus yang masih kami lacak," kata Supeno, Senin (16/8).
Kondisi gua-gua yang belum ditemukan ini masih tertutup lahan pertanian
milik warga. Namun keberadaannya bisa dideteksi, karena sudah ada bukaan di mulut gua, dengan sedikit timbunan tanah.
Ada juga gua yang ditemukan dalam kondisi tertimbun kebun pisang warga
Menurut Supeno, Perbukitan Patiayam menyimpan kekayaan sejarah. Sejumlah fosil pernah ditemukan di lokasi itu.
"Gua Jepang digunakan serdadu Jepang di perang dunia untuk mengintai, menyimpan logistik, dan tempat singgah para prajuti," jelas Supeno.
Atas penemuan belasan gua Jepang tersebut, Pemerintah Desa Terban berupaya mengembangkan potensi wisata Desa Terban dengan menggulirkan program jelajah wisata menyusuri gua peninggalan Jepang yang masih tersisa. Nantinya wisatawan bisa difasilitasi naik jip advanture menyusuri perbuktian Patiayam.
"Kami juga meminta warga yang mengelola lahan hutan untuk bisa turut melestarikan gua. Saat ini gua tersebut jarang dimanfaatkan oleh warga lokal. Namun ada kalanya diperuntukkan sebagai tempat ritual," tambah Supeno.
Kawasan perbukitan Patiayam juga dikenal sebagai lokasi penemuan beragam fosil purba. Temuan fosil tersebut kini tersimpan di Museum Situs Purbakala Patiayam. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari gading gajah purba hingga binatang laut. (N-2)
Memasuki musim hujan lokasi ditemukannya fosil gajah purba di Patiayam itu rawan tergenang air yang bisa merusak fosil bersejarah itu.
PELESTARIAN dan pemanfaatan situs purbakala harus terus dilakukan. Salah satunya untuk mendukung upaya mewujudkan ketersediaan sarana pendidikan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemanfaatan situs arkeologi harus benar-benar mengacu pada kelestarian situs tersebut. Jangan kemudian ada kegiatan di luar kemanfaatan dibiarkan.
cagar budaya harus sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka berlaku hukum pidana bagi siapa pun yang berusaha mengubah atau menggantinya
Iwan berharap turnya di 25 kota ini dapat membawa pesan dan inspirasi perdamaian. Hal itu mengingat perang di berbagai belahan dunia semakin mengkhawatirkan.
Perhatian serius harus kita berikan pada kawasan situs purbakala yang kita miliki, seperti situs Patiayam di Kudus, Jawa Tengah.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
863 atlet muda panahan yang jadi peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved