Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA pencari ikan sungai yang hilang sejak 14 hari lalu, berhasil ditemukan oleh tim gabungan masyarakat, TNI, Polri, SAR Takengon. Mereka adalah warga asal Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Bener Meriah, Prvinsi Aceh yang mencari ikan sungai di kawasan hutan antara Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya.
Informasi diperoleh Media Indonesia, Selasa (10/8), mereka ditemukan pada Senin (9/9) sore sekitar pukul 18.17 WIB. Saat ditemukan mereka sedang berada di kawasan Gunung Wih Tangan, persis pada titik koordinat N 04°19'758", E 096°38'582", yaitu pada ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Ketua Unit Siaga SAR Takengon, Aceh Tengah, Muhammad Amri mengatakan kondisi di lokasi temuan itu tidak ada signal telepon selelular. Untuk berkomunikasi tim SAR harus menggunakan telepon satetelit. "Harus mengabari ke posko lewat telepon satelut" tutur Muhammad Amri.
Lima pencari ikan yang hilang tersebut masing-masing bernama Nasri,46, Suherman,40, Jejen,52, M Samin,52, dan Sukardi,49. (OL-13)
Baca Juga: PPKM Diperpanjang Enam Daerah di Kalsel Berstatus Level IV
Peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh.
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Terprovokasi isu krisis stok nasional 21 hari, akibat perang AS-Israel vs Iran, antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) pada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Provinsi Aceh meluas.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyatakan kesiapan untuk dievakuasi menyusul memanasnya konflik Timur Tengah.
Menlu Sugiono memastikan pemerintah mulai menyiapkan langkah evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Baznas melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved