Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pelanggan PDAM Tirta Sukapura di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya diputus karena tak mampu untuk membayar tagihan bulanan. Mereka beralasan beban ekonomi selama pandemi Covid-19 sehingga tak mampu bayar tagihan bulanan.
"Selama pandemi Covid-19 ini, banyak para pelanggan yang meminta untuk diputus. Alasannya karena tidak mampu lagi membayar tagihan setiap bulan, ada juga tagihan air melambung tinggi sehingga banyak pelanggan utang ratusan juta setiap bulan. Imbasnya bagi kami ada pengurangan pasokan mencapai 70 persen dan pengurangan debit air," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Dadih Abdul Hadi, Rabu (4/8/).
Selain itu, jelad Dadih, beberapa pelanggan meminta turun kelas dari Niaga menjadi biasa. Mereka mengaku himpitan ekonomi selama pandemi jadi menurunkan kelasnya. Para pelanggan air minum di rumah sakit biasanya membayar Rp40 juta menjadi Rp5 juta per bulan. Pengusaha bordir biasanya Rp22 juta menjadi Rp 1 juta per bulannya.
"Dampak pandemi Covid-19 bagi perusahaan sangat terasa sejak Februari 2020 hingga 2021 ini. Banyak pelanggan meminta pasokan air supaya diputuskan. Karena, tidak mampu lagi membayar tagihan bulanan. Kami tetap berupaya untuk meningkatkan pelayanan pasokan air secara maksimal agar tak berkurang dengan perbaikan pipanisasi," ujarnya.
Perbaikan Pipa
Plt Dirut PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Dadih Abdul Hadi menyampaikan, untuk perbaikan pipanisasi di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya akan dilakukan mulai Rabu (4/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Perbaikan pipa ini mengunakan anggaran bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp13 miliar. Pengerjaan dilakukan dari pusat, termasuk pelaksanaan proyek. Perbaikan tersebut, mulai dari Jalan HZ Mustofa sampai Cibeureum dan ada 14 ribu pelanggan akan terganggu.
"Pernyambungan pipanisasi yang dilakukan oleh PDAM pada Rabu (4/8) pukul 20.00 WIB agar para pelanggan di Cabang Barat wilayah Kelurahan Tuguraja, Nagarawangi, Yudanegara terganggu, pelanggan Cabang Timur wilayah Kelurahan Tawangsari, Cikalang, Kahuripan, Empangsari, Sukaasih, Sukamanah, Sukaratu, Lengkongsari, Sukanagara, pelanggan Cabang Cibeureum Kelurahan Setiaratu, Kersanagara, Awipari, Setianagara, Ciherang, Margabakti, Ciakar dan Setiajaya," paparnya.
"Kami meminta maaf atas gangguan tersebut. Pelanggan kami harap berhemat, menampung air supaya tidak terjadi kesulitan untuk memasak. Penutupan aliran air akan dilakukannya selama satu hari, tapi untuk normalisasi 8 hari setelah penyambungan," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Kasus Covid 19 di Kalsel hampir 50 Ribu Kasus
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Berkurangnya anggaran itu berdampak pada pembangunan di 10 kecamatan yang harus dihitung ulang.
Kegiatan GPM ini mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Tasikmalaya
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
MARAKNYA aksi pencurian meteran air PDAM milik pelanggan di Kota Pematangsiantar, pihak PDAM Tirta Uli membantah isu yang berkembang di masyarakat mengenai adanya dugaan persekongkolan.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Bayar tagihan PDAM kini makin mudah lewat aplikasi BRImo. Praktis tanpa antre, bisa kapan saja, dan dapatkan promo cashback 20% untuk transaksi tertentu.
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Penanaman pohon ini adalah untuk mencegah bencana longsor.
Selain antisipasi sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan, juga mengantisipasi potensi kekeringan bersamaan kemungkinan terjadi kemarau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved