Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBATASAN mobilitas dan operasional aktivitas ekonomi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak terhadap omzet pelaku bisnis bunga potong di Kampung Pamacelan, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pasalnya, larangan menyelenggarakan resepsi pernikahan selama PPKM berpengaruh besar terhadap penjualan bunga.
Bulan ini harusnya pesanan bunga potong meningkat karena dipilih sebagian masyarakat untuk melaksanakan pesta hajatan pernikahan. Namun, hal itu tidak terjadi.
Permintaan karangan bunga untuk event pernikahan dan dekorasi memang mengalami penurunan drastis akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Berbagai jenis bunga yang mestinya dikirim kepada pedagang akhirnya menjadi tidak laku.
Diki Permana ,23 seorang petani bunga potong di Kampung Pamecelan mengaku, usahanya suram sejak sebulan ke belakang atau tepatnya saat awal PPKM Darurat diberlakukan. Dirinya tidak bisa mengirim barang keluar daerah karena jalanan disekat.
"Sudah ada yang order (pesan), tapi karena ada PPKM akhirnya terhambat. Barang dibawa balik lagi, cancel, enggak jadi ngirim," kata Diki, Selasa (3/8).
Sekitar tiga bulan lalu, Diki menanam sekitar 9 ribu batang bunga aster yang akan dijual kepada para pedagang bunga di wilayah Purwakarta, Jakarta, dan Surabaya. Namun tak disangka, bertepatan saat panen, pemerintah memberlakukan pembatasan mobilitas dan operasional aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sekarang harga bunga jadi anjlok, seperti mawar, aster, pikok. Dapat harga Rp6 ribu sudah bersyukur, padahal dulu sampai Rp15 ribu-Rp20 ribu," tuturnya.
Dia mengaku, adanya kebijakan PPKM mengakibatkan para petani bunga di Kampung Pamecelan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena sebagian besar warga sekitar memang merupakan petani bunga potong. Saking kesalnya dengan harga bunga yang turun drastis ditambah sulitnya
mengirim barang keluar kota, para petani terpaksa membabat habis tanaman dan sebagiannya diberikan untuk pakan sapi. Kejadian ini bahkan viral di media sosial.
"Itu tanaman milik teman saya, mungkin dia sudah kesal enggak bisa dijual. Sudah lewat masa panen, tapi orderan enggak ada akibat PPKM," bebernya.
Warga asli Desa Sukajaya itu merintis usaha bunga potong sejak beberapa tahun lalu. Dari tahun ke tahun, usahanya mengalami pasang surut, pesanan bunga biasanya meningkat pada momen-momen tertentu saja.
"Sekarang sedang bulan Rayagung yang juga dikenal sebagai waktu yang cocok menggelar hajatan, di tahun-tahun kemarin banyak orang muslim yang menikahkan keluarganya di bulan ini, jadi pasti banyak orderan bunga untuk dekorasi dan karangan bunga. Tapi tahun sekarang hancur sekali, karena resepsi dilarang," lanjutnya. (OL-15)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Diduga, aksi pencurian tersebut dilakukan akibat tekanan ekonomi.
Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat diguyur hujan pada penghujung tahun 2025, Rabu (31/12).
Mereka kerap meminta uang dengan mengetuk kaca kendaraan roda empat. Tak jarang, para pocong tersebut juga mengejar mobil bila belum memberikan uang.
Bahkan pada saat pengecekan, petugas mendapati bus yang menggunakan ban vulkanisir dan tidak dilengkapi dokumen kendaraan lengkap.
Perkuat SDM Pertanian, Mentan Amran Tekankan Pentingnya Sinergi Berbagai Pihak.
Sejumlah objek wisata unggulan di wilayah tersebut juga belum menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved