Jumat 30 Juli 2021, 20:10 WIB

Pandemi Berkepanjangan, Pelaku Pariwisata di Bali Berharap Bantuan

Ruta Suryana | Nusantara
Pandemi Berkepanjangan, Pelaku Pariwisata di Bali Berharap Bantuan

ANTARA
Kawasan Pantai Kuta, Bali (Ilustrasi)

 

AKIBAT pandemi berkepanjangan ditambah lagi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang, membuat pariwisata Bali makin parah. Kondisi Pulau Dewata benar-benar lengang dari kunjungan wisatawan.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan sebelum penerapan PPKM kunjungan wisatawan Nusantara ke Bali berkisar 7.000 hingga 9.000 orang per hari. Namun sejak penerapan PPKM Level 4 dengan aturan yang cukup ketat, wisatawan yang datang ke Bali langsung anjlok ke angka  kurang dari 1.000 orang per hari. Sementara jumlah kamar hotel yang ada sekitar 146 ribu unit.

"Ini tentu sangat berdampak bagi pariwisata Bali dan (kabupaten) Badung khususnya. Banyak hotel merumahkan lagi karyawannya, karena tamu ke Bali hanya satu digit," ujar Suryawijaya.

Di Bali, jumlah pekerja pariwisata yang terdampak langsung oleh pandemi covid ini mencapai ribuan orang, mulai dari karyawan hotel, restoran, transportasi, perdagangan hingga agen perjalanan wisata. Dalam perjuangannya di tengah kondisi yang terpuruk ini, pihaknya bberharap ada bantuan dari pemerintah, baik kepada pekerjanya maupun  industrinya. 

"Kepada pekerja pariwisata yang dirumahkan, bantuannya bisa  berupa BLT (bantuan langsung tunai) dan juga sembako. Sedangkan bantuan  ke industri (pariwisata) bisa berupa hibah, subsidi atau soft loan untuk beroperasi dua sampai tiga tahun ke depan," harap  Suryawijaya yang juga Ketua PHRI Kabupaten Badung ini.

Suryawijaya menyebut dari dampak pandemi, pariwisata Balilah yang paling terdampak dibandingkan pariwisata di sejumlah daerah lain di luar Bali. Sebab di sejumlah daerah di luar Bali sebelum PPKM  okupansi kamar hotel masih berkisar 40 sampai 50 persen. 

"Sedangkan di Bali sebelum PPKM okupansinya hanya 10 sampai 15 persen, Jadi Bali paling parah, tapi kami akan coba terus berjuang agar tidak sampai mengibarkan bendera putih," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani.

Tebing Fondasi Masjid di Desa Nasol Ciamis Longsor

👤Kristiadi 🕔Minggu 26 September 2021, 09:10 WIB
Untuk titik longsor yang paling parah terjadi di Dusun Sigung Satu, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten...
DOK MGN.

Media Group Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Kalbar

👤Ade Alawi 🕔Minggu 26 September 2021, 08:55 WIB
Banyak program Pemprov Kalbar layak diangkat ke tingkat nasional melalui MGN sehingga para pejabat di tingkat pusat dan masyarakat...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Seorang Polisi Gugur Ditembak KKB Papua

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 08:04 WIB
Ada anggota kepolisian yang meninggal dalam baku tembak dengan KKB di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya