Senin 05 Juli 2021, 11:15 WIB

PPKM Darurat: Pengunjung Pasar di Kota Tasikmalaya Masih Abai Prokes

Adi Kristiadi | Nusantara
PPKM Darurat: Pengunjung Pasar di Kota Tasikmalaya Masih Abai Prokes

MI/Kristiadi
Pengunjung dan pedagang Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya masih banyak abaikan prokes menggunakan masker dan menjaga jarak.

 


SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mendapati masih banyak pengunjung Pasar Cikurubuk, Kecamatan Mangkubumi abai menerapkan protokol kesehatan (prokes). Petugas masih sebatas mengingatkan belum memberikan hukuman.

"Kami sudah berbicara dengan himpunan pedagang di Pasar Cikurubuk. Mereka menyatkan siap untuk melakukan pembatasan, memang belum terlihat. Selama PPKM darurat kita sudah tempatkan personel supaya pengunjung dibatasi sesuai ketentuan. Personel di lapangan juga mengawasi penerapan prokes di pasar mengingat masih banyak yang belum mematuhi memakai masker," kata Ketua Satgas Penanganan Covid- Kota Tasikmalaya AKB Doni Hermawan, Senin (5/7)

Doni yang juga Kapolresta Tasikmalaya ini, mengimbau pedagang juga mengingatkan pengunjung agar menerapkan prokes. Termasuk pedagang yang jual siap saji tidak dulu melayani pembeli dan jika ingin makan di tempat harus dibawa pulang.

"Kita sudah sosialisasikan mudah-mudahan mereka patuh. Jika tidak akan disidang dan didenda. Semua pihak harus disiplin menerapkan prokes mulai memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hindari kerumunan dan membatasi mobilitas," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, masyarakat yang melanggar PPKM darurat akan terkena dampaknya. Untuk itu, dia meminta masyarakat sementara ini menahan diri tak beraktivitas di luar rumah agar kasus terkendali.

"Selama PPKM darurat, operasional di pusat perbelanjan juga dihentikan sementara waktu. Kecuali yang menjual kebutuhan pokok dan obat-obatan atau apotik," ujar Ivan

Untuk pelayanan masyarakat, jelas Sekda Ivan, aktivitas di perkantoran memang diberlakukan WFH 100 persen selama PPKM darurat. Namun, sudah ada beberapa OPD tetap memberikan pelayanan secara daring.

"Untuk aktivitas ibadah, masyarakat diminta menahan diri dulu selama dua pekan. Sebab rumah ibadah ditutup sementara selama PPKM darurat. Kami sudah koordinasi dengan Kemenag agar mereka sosialisasikan ke semua DKM. Kami berharap masyarakat memaklumi dan menerimanya," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Ada PPKM Usaha Pariwisata di Pantai Selatan Lela Mati

Baca Juga

Dok Polda Banten

Kapolda Banten Tinjau Vaksinasi Massal Pelajar Serentak

👤RO/Micom 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:16 WIB
Vaksinasi untuk mengejar herb...
DOK/YELLO HOTEL

YELLO Hotel Paskal Bandung dan Angin Photoschool Gelar Pelatihan Food Photography

👤Media Indonesia 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:15 WIB
Food Photography menjadi keahlian yang sangat dibutuhkan dalam dunia kuliner, guna mempromosikan dan penyajian makanan dan...
MI/Wibowo Sangkala

PB Al Khairiyah Minta Kementerian PUPR Lebarkan Jalan Cilegon-Anyer

👤Wibowo Sangkala 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:00 WIB
RUAS Jalan Cilegon-Pasauran tepatnya di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten saat ini kondisinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya