Senin 28 Juni 2021, 09:50 WIB

Kurang Perhatian Masyarakat Pedalaman HST Ingin Pindah Kabupaten

Denny S Ainan | Nusantara
Kurang Perhatian Masyarakat Pedalaman HST Ingin Pindah Kabupaten

MI/Denny S
Infrastruktur jalan di pedalaman Meratus rusak parah diterjang banjir awal tahun lalu hingga kini belum diperbaiki.

 

MASYARAKAT pedalaman yang bermukim di kawasan puncak Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan mendesak pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan infrastruktur masyarakat yang rusak pasca bencana banjir dan longsor awal 2021 lalu. Warga mengancam akan pindah wilayah ke kabupaten tetangga Kotabaru karena pemerintah dinilai kurang memperhatikan nasib mereka.

Hal ini ditegaskan tokoh masyarakat suku dayak Pegunungan Meratus di Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kai Musa, Senin (28/6).

Menurutnya selama ini pemerintah daerah kurang memperhatikan nasib masyarakat pedalaman yang berada di kawasan Pegunungan Meratus.

"Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang pembangunan ekonomi dan infrastruktur di wilayah meratus ini kurang diperhatikan. Terlebih kondisi kerusakan akibat banjir besar beberapa waktu lalu hingga kini belum pulih," tegas Musa dan menyebut masyarakat sejumlah desa dan dusun mengancam akan pindah wilayah ke kabupaten tetangga Kotabaru.

Pantauan Media Indonesia pasca bencana banjir besar dan tanah longsor yang melanda kawasan pegunungan Meratus awal Januari 2021 lalu, hingga kini masih menyisakan penderitaan bagi masyarakat adat suku dayak meratus (dayak bukit). Akses jalan di puluhan titik yang terputus akibat tertimbun longsor serta jembatan penghubung antar desa atau dusun (anak desa) rusak diterjang banjir, kondisi saat ini sebagian masih dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.

Ruas-ruas jalan dengan lebar hanya dua meter itu sebagian berupa paving blok dan sebagian lagi masih berbentuk tanah merah. Saat hujan kondisi jalan sangat licin dan menjadikan rute menuju pedalaman meratus cukup berbahaya. Terlebih tebing-tebing gunung masih rawan longsor.

Seperti ruas jalan menuju Desa Datar Ajab yang berjarak hanya 12 kilometer dari Desa Hantakan, namun memiliki banyak track tanjakan berupa tanah merah. Sepeda motor yang tergelincir di rute ini menjadi pemandangan yang biasa. Demikian juga jembatan-jembatan gantung yang hancur diterjang bandang sebagian besar baru diperbaiki secara darurat oleh masyarakat setempat.

Beberapa waktu lalu Pemprov Kalsel telah menuntaskan batas wilayah antara Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Kotabaru. Dalam kesepakatan batas wilayah ini dua dusun berpenghuni sekitar 50 keluarga yakni Dusun Pasumpitan dan Dusun Mangga Jaya di Desa Aing Bantai, Kecamatan Batang Alai Timur yang awalnya masuk wilayah Hulu Sungai Tengah pindah ke Kotabaru. (OL-13)

Baca Juga: Tak Ada Lagi Bekantan dan Rusa di Riam Kanan

Baca Juga

ANTARA/Andreas Fitri

Gubernur DIY Terima Bintang Tanda Jasa dari Kaisar Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:10 WIB
Tanda jasa itu diserahkan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji kepada Sri Sultan, disaksikan GKR Hemas bersama...
Dok. Pribadi

Legislator : Puncak Jaya Harus Masuk DOB Papua Pegunungan Tengah, Bukan Papua Tengah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:52 WIB
Agus menegaskan keputusan tersebut tidak tepat karena secara rentang kendali dan kemudahan akses, Kabupaten Puncak Jaya lebih tepat masuk...
ANTARA

1.400 Sapi Di Kuningan Telah Divaksin PMK

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:05 WIB
RIBUAN sapi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sudah mendapatkan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kaki...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya