Kamis 24 Juni 2021, 12:56 WIB

Tak Ada Lagi Bekantan dan Rusa di Riam Kanan

Denny Susanto | Nusantara
Tak Ada Lagi Bekantan dan Rusa di Riam Kanan

MI/Denny Susanto
Tim Ekspedisi Meratus saat mendaki puncak Gunung Kahung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

 

PERJALANAN tim ekspedisi Meratus 2021 sampai ke wilayah lembah Kahung dan desa-desa yang berada di sekitar waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sebagian anggota tim melakukan pendakian ke puncak Gunung Haur Bunak dan Gunung Kahung, sebagian lagi mengeksplor potensi desa di wilayah tersebut.

Desa Belangian, Paau, Tiwingan Baru dan Tiwingan Lama, juga pulau-pulau kecil yang berada di tengah Waduk Riam Kanan seperti Pulau Rusa, Pulau Bekantan dan Bukit Batu menjadi tujuan tim ekspedisi meratus kali ini. Beberapa lokasi yang menjadi sorotan tim ekspedisi beranggotakan para jurnalis lingkungan dan pecinta alam ini adalah keberadaan Pulau Bekantan dan Pulau Rusa.

Dua pulau ini sebelumnya menjadi prioritas Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Sesuai namanya di pulau kecil tersebut dijadikan lokasi penangkaran primata atau kera hidung panjang Bekantan dan pulau satunya lagi penangkaran Rusa.

"Seperti kita lihat sudah tidak ada lagi hewan bekantan maupun rusa di dua pulau ini," tutur Arianto, Ketua Kelompok Tani Hutan Tunas Muda Desa Tiwingan Baru. Menurut Arianto kondisi pulau yang didominasi pepohonan karet dan ketiadaan sumber makanan menjadi penyebab hewan bekantan tidak bisa berkembang biak. Selain itu kondisi yang sempat ditutup karena pandemi covid 19 membuat pengelolaan pulau sebagai destinasi wisata juga ikut terpengaruh.

Sejatinya dua pulau ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata karena lokasinya berada di tengah waduk dan sangat menarik. Pada awalnya Pulau Rusa dan Pulau Bekantan banyak dikunjungi warga dan menjadi salah satu destinasi favorit selain Pulau Pinus, Bukit Batas, Matang Keladan dan lainnya.

Kepala Desa Tiwingan Baru, Rusdiansyah beberapa waktu lalu bersama warga desa sempat memprotes rencana pengelolaan pulau kecil di wilayahnya oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Hal ini terkait keberadaan tanaman kebun karet milik warga. Di sisi lain status wilayah ini masuk wilayah hutan konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam.

Ketua Pena Hijau Indonesia, Denny S Ainan menyayangkan keberadaan Pulau Bekantan dan Pulau Rusa yang kini kondisinya kurang terawat. Berbagai fasilitas yang telah dibangun di pulau seluas 40 hektar seperti jembatan, dermaga dan fasilitas lain pondokan mulai mengalami kerusakan.

baca juga: Pegunungan Meratus

Sementara Kepala UPT Tahura Sultan Adam, Ainun mengatakan hewan bekantan dan rusa yang ditempatkan di dua pulau tersebut terpaksa dipindah ke pusat penangkaran Mandiangin. "Pasca dipindahkan kini rusa sudah berkembang menjadi 36 ekor. Sedangkan bekantan tadinya ada dua ekor, satu ekor kabur sewaktu masih di Pulau Bekantan, dan satunya mati  di penangkaran Mandiangin karena sudah tua," ujarnya. (N-1)

 

 

Baca Juga

Ist

Sebanyak 77 Ribu Pelanggan di Babel Nikmati Stimulus Listrik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 21:14 WIB
Sebanyak 77.055 pelanggan tersebut terdiri dari pelanggan rumah tangga subsidi daya 450 VA sebanyak 35.140 pelanggan dan rumah tangga...
dok/FMKI

Kaderisasi Nasional V FMKI, Kepala BMKG : Jadilah Pemimpin, bukan Bos

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 19:55 WIB
Seorang pemimpin harus visioner, mampu memberdayakan seluruh anggota...
 ANTARA/Seno

Pengamat Politik Menilai Tuduhan ke Moeldoko Harus Dilawan

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 19:50 WIB
Serangan yang dituduhkan kepada Moeldoko tersebut bukan lagi bernuansa hukum, karena tuduhannya diumbar di ruang publik tanpa menyajikan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya