Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN badai melanda wilayah Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kemarin, mengakibatkan pohon tumbang di Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan. Pusdal Ops BPBD Agam melaporkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Akibatnya material pohon tumbang menimpa kabel dan mengenai pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. "Pengguna jalan saat itu tengah mengendarai sepeda motor atas nama Siti Rakam, 48, dan Fajar, 24," ujar anggota Pusdal Ops BPBD Agam, Lukman Syahputra, Rabu (23/6).
Ia menjelaskan, Siti Rakam yang juga Ketua KSB Banda Gadang ini mengalami luka pada kepala bagian belakang, sedangkan Fajar luka di bagian tangan dan kaki kiri. "Mereka dibawa ke Rumah Sakit Mutiara Biru untuk dilakukan perawatan. Siti Rakam mendapat 20 jahitan di bagian kepalanya," katanya.
Selain itu, material pohon tumbang juga menimpa teras warung warga atas nama Desta Warni, 48. Satgas BPBD Agam bersama Satpol PP-Damkar, Polri, pemerintah kecamatan dan nagari, serta warga sekitar telah melakukan upaya pembersihan material pohon tumbang itu. "Material pohon telah selesai dibersihkan sekitar pukul 16.45," sebut Lukman.
Tempat terpisah, sekitar pukul 15.45, pohon tumbang juga terjadi di Jorong Balai Satu, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak. Material pohon menimpa atap rumah milik Dedi Akmal, 48, yang dihuni lima jiwa.
Kalaksa BPBD Agam, Mhd Lutfi, mengimbau warga agar mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini terutama bagi yang bermukim di kawasan perbukitan atau berpotensi pohon tumbang. "Kami berharap masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem bisa jadi pemicu terjadinya bencana. Apabila di kawasan tempat tinggal ada pohon berpotensi tumbang, sebaiknya ditebang agar tidak menimbulkan kerugian nanti," pintanya. (OL-14)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved