Rabu 23 Juni 2021, 12:11 WIB

Akibat Pandemi, Pengusaha Travel di Temanggung Jual Aset

Tosiani | Nusantara
Akibat Pandemi, Pengusaha Travel di Temanggung Jual Aset

MI/Ramdani
Ilustrasi mobil travel

 

SEJUMLAH pelaku usaha travel dan wisata di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengalami penurunan pendapatan hingga 90% selama pandemi covid-19. Mereka terpaksa menjual aset yang dimiliki demi bisa bertahan hidup.

Abeng, salah seorang pengusaha travel, mengatakan terpaksa menjual lima unit kendaraan yang merupakan aset perusahaan. Hal itu ia lakukan karena pendapatannya berkurang lebih dari 90% selama 1,5 tahun pandemi covid. Hasil penjualan aset tersebut, menurut Abeng, digunakan untuk membayar gaji pegawai dan biaya operasional agen sehari-hari.

"Sekarang hampir tidak ada pendapatan sama sekali karena angkutan wisata sudah tidak beroperasi sama sekali sejak pandemi. Hanya angkutan penumpang umum dari travel tapi penghasilannya sangat kecil," tutur Abeng di Temanggung, Rabu (23/6).

Doni, salah seorang agen wisata di daerah Banyuurip, Temanggung, mengaku terpaksa harus berjualan snack dan makanan demi bisa bertahan hidup. Pasalnya sejak pandemi angkutan wisata sudah tidak beroperasi sama sekali.

"Saya tidak sampai jual aset perusahaan. Tapi sekarang jualan snack dan menerima catering makanan agar bisa bertahan hidup karena bus wisata sudah tidak beroperasi sejak pandemi," ungkapnya.

Wahid, salah seorang pengemudi travel jurusan Semarang - Purwokerto, mengaku sempat tidak bekerja beberapa bulan di awal pandemi. Karenanya, ia dan keluarga kesulitan keuangan. Padahal dari tempatnya tinggal di daerah Magelang tidak ada bantuan sosial dari pemerintah untuk pengemudi travel.

"Saya sempat menggadaikan kendaraan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga karena memang tidak ada penghasilan," tutur Wahid.

Baca juga: Pemerintah Kaji Tiga Wilayah untuk Penerapan Travel Bubble

Belakangan, Wahid sudah mulai bekerja lagi mengangkut penumpang dengan sistem sewa kendaraan. Akan tetapi karena kembali sepi penumpang, ia kerap menombok biaya operasional kendaraan. Selain itu penghasilan yang didapatnya dari mengemudi travel juga berkurang drastis.

"Kalau dulu sebelum pandemi, sekali jalan mengangkut penumpang bisa dapat sampai Rp400 ribu. Sekarang paling banyak Rp100 ribu. Itu pun sering menombok kalau penumpang sepi," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Dok Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima Arya: Perlu Kolaborasi dan Peran Aktif untuk Bantu Warga

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 02:00 WIB
Bima Arya mengajak warga Kota Bogor dan semua pihak, untuk bersama-sama berikhtiar melakukan apa yang dapat dilakukan untuk meringankan...
ANTARA/Fikri Ali

Pemprov Gorontalo Dorong Petani Budidayakan Porang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 22:15 WIB
 Jenis tanaman umbi sebagai sumber karbohidrat dan energi yang sehat pengganti...
AFP/Nhac Nguyen.

Sumsel Terima Vaksin Moderna untuk Vaksinasi Ketiga Tenaga Kesehatan

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:44 WIB
Menurutnya, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien covid-19 membutuhkan imunitas yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya