Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA mengatasi kasus Covid-19 yang di Jawa Tengah saat ini melonjak, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memelopori gerakan minum jamu bersama se-Jawa Tengah.
Minum jamu secara bersamaan tersebut sebagai gerakan hidup sehat, dan memperkenalkan kembali obat tradisional kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah di tengah pandemi Covid-19.
Gerakan Minum Jamu se Jawa Tengah yang yang dipimpin Ganjar melalui zoom meeting, diikuti Bupati Brebes Idza Priyanti, juga Wakil Bupati Brebes Narjo, dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes.
Ganjar menyampaikan jamu sebagai warisan budaya patut untuk dilestarikan dan dikenalkan pada seluruh masyarakat. Sehingga terbiasa mengonsumsi jamu setiap harinya, dalam upaya untuk meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat.
"Ada segudang manfaat yang terkandung di dalam jamu. Mengingat, jamu sangat penting bagi kesehatan, salah satunya meningkatakn kekebalan dan imunitas tubuh di masa pandemi covid 19," ujar Ganjar melalui rilis resmi Humas Pemkab Brebes yang diterima Jumat (18/6).
Ganjar menyebut lebih baik merasakan pahitnya jamu daripada merasakan pahitnya Covid-19. Untuk masyarakat yang sedang berada dalam isolasi jangan lupa untuk minum jamu agar cepat pulih dan sehat kembali.
"Gerakan minum jamu bersama akan dijadwalkan untuk diadakan setiap bulannya," ucap ganjar.
Bupati Brebes Idza Priyanti mengimbau gerakan minum jamu jangan hanya berjalan tiap bulan saja. "Lebih baik kalau gerakan minum jamu dilakukan setiap hari, utamanya bersama keluarga di rumah," kata Idza.
Bupati menghadirkan Sunarti, 56 dan Kasmiati, 60, yang sudah menjual jamu godog di kios pasar Sitanggal Larangan lebih dari 30 tahun. Dua Wanita tersebut, menyajikan jamu untuk dikonsumsi bersama di Pendopo.
"Saya berjualan jamu sudah lebih dari 30 tahun. Sejak tahun 80-an, memang keluarga saya keturunan penjual jamu. Jadi saya belajar langsung dari ibu saya," tutur Sunarti.
Wakil Bupati Brebes Narjo, mengapresiasi Gerakan Jateng Minum Jamu. Narjo berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan keberlanjutan budayanya. "Jamu alami, warisan budaya kita, lestarikan," ucap Narjo. (OL-13)
Baca Juga: Sidak ke Senopati, Anies Temukan Pelanggaran Prokes
Arus mudik lebaran melalui jalur laut turun di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diperkirakan mulai berlangsung Kamus (12/3), sehingga mulai dibuka posko lebaran.
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Produsen jamu ternama itu menggelontorkan dana Rp200 juta untuk memperlengkapi kebutuhan Lebaran mereka.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Sejak 2000, kata Irwan, Sido Muncul mulai melakukan uji toksisitas dan uji khasiat.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved