Jumat 18 Juni 2021, 15:19 WIB

Satgas: Tidak Ada Penyerangan Petugas Saat Perusakan Posko Suramadu

Mediaindonesia | Nusantara
Satgas: Tidak Ada Penyerangan Petugas Saat Perusakan Posko Suramadu

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Tenaga kesehatan melakukan tes Antigen kepada warga saat penyekatan di akses masuk Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

 

SATUAN Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya menyampaikan perusakan di posko penyekatan Jembatan Suramadu karena warga tergesa-gesa sehingga terjadi kesalahpahaman.

"Mereka rata-rata tergesa-gesa mau bekerja dan berangkat sebelum shubuh. Lalu di sini ada penumpukan sehingga harus menunggu. Nah, saat itu ada yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat sampai yang lain terpengaruh," ujar Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Irvan Widyanto ketika ditemui di sekitar Jembatan Suramadu, hari ini.

Sebelumnya, beberapa video perusakan posko penyekatan di Suramadu sisi Surabaya viral di sejumlah media sosial.

Pada video tersebut, meja dan kursi sudah berserakan dan sejumlah dokumen berhamburan.

Beberapa petugas dan tenaga kesehatan yang tak kuasa membendung warga akhirnya menyelamatkan diri.

Baca juga: Muncul Klaster Pabrik, Pati Menyalip Kudus dan Jepara Soal Covid-19

Sejumlah aparat TNI-Polri tampak mencoba menenangkan warga di lokasi dan tidak lama kemudian keadaan sudah terkendali.

Irvan menjelaskan, perusakan terjadi sekitar pukul 04.45 WIB, sedangkan penumpukan warga sejak pukul 03.00 WIB.

"Ternyata di pos penyekatan Bangkalan belum ada tes sehingga saat di sini kami lakukan tes antigen. Karena menumpuk, tergesa-gesa akhirnya ramai dan ada perusakan tadi," ucapnya.

Meski terjadi kericuhan, namun diakuinya tak sampai merusak alat-alat tes maupun kesehatan.

"Yang berserakan meja dan kursi, lalu dokumen-dokumen juga. Syukurlah tak ada yang menyerang petugas sehingga dapat segera dikendalikan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum juga menyampaikan bahwa insiden karena banyaknya warga dan tidak sabar menunggu tes serta hasilnya.

"Lalu ada juga yang klakson-klakson, hingga lainnya ikut-ikutan dan situasi tak terkendali. Namun demikian kami bisa atasi dan berharap masyarakat selalu sabar," tuturnya

Petugas, kata dia, sudah melakukan sesuai prosedur dan arahan, bahkan 24 jam.

Terhadap warga yang diamankan, perwira menengah Polri tersebut belum mengamankan seorang pun, namun tetap melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/Kristiadi.

Mobil Pikap Masuk Jurang 10 Meter, Delapan Meninggal Dunia

👤Kristiadi 🕔Senin 08 Agustus 2022, 13:50 WIB
Mobil pikap bernomor polisi E 8393 VJ yang ditumpangi 14 warga Kampung Burujul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terjun bebas hingga masuk...
MI/Haryanto

Lampaui Nasional, Ini Resep Ganjar Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jateng

👤Haryanto 🕔Senin 08 Agustus 2022, 13:45 WIB
BPS Jateng merilis pertumbuhan ekonomi di Jateng mencapai 5,66 persen pada kuartal II tahun 2022. Pertumbuhan ini lebih baik dari angka...
Ist

Sandiaga Uno Jalin Mitra Strategis untuk Majukan Ekonomi di Gampong Ulee Lheue

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 13:43 WIB
Wisata religi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang datang ke Desa Wisata Gampong Ulee Lheue di Kecamatan Meuraxa, Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya