Jumat 11 Juni 2021, 19:57 WIB

Kejari Garap Wisata di Kabupaten Malang

Bagus Suryo | Nusantara
Kejari Garap Wisata di Kabupaten Malang

MI/Bagus Suryo
Kasi Intel Kejari Kabupaten Malang Jaksa Muda Suwaskito Wibowo menunjukkan inovasi Jaksa Peduli Wisata (Jelita) berbasis digital buatannyaa,

 

PEMERINTAH Desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, memperkuat penyuluhan hukum bagi pengelola BUMDes berbasis desa wisata menyatu dengan program Jaksa Peduli Wisata (Jelita). Program Jelita diinisiasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang sebagai inovasi unggulan turut memajukan pariwisata di daerah setempat.

"Penyuluhan hukum sesuai permintaan pemerintah desa melibatkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang," tegaa Divisi Hukum Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Malang Helmiawan Khodidi, Jumat (11/6).

Helmiawan yang juga Kepala Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menyatakan terus menyosialisasikan program Jelita di desa-desa. Penerapan program mengingat pengelolaan BUMDes, wisata desa dan pemerintah desa agar sesuai aturan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi perangkat desa yang berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran keliru dalam tata kelola desa.

"Ada 15 desa sudah menerima sosialisasi baik tatap muka maupun virtual," imbuhnya.

Keberadaan Jelita itu mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Malang Mochamad Sanusi. "Pemkab sangat mendukung setiap upaya siapa pun termasuk dari kejaksaan yang mendukung keberlangsungan dan  pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang," tuturnya.

Sanusi menjelaskan nantinya program dari kejaksaan disinergikan dengan pegiat wisata daerah, Dinas Pariwisata dan kelompok sadar wisata untuk bersama-sama mengembangkan wisata.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Kabupaten Malang Jaksa Muda Suwaskito Wibowo mengatakan program jelita untuk mengedukasi pengelola pariwisata, masyarakat dan wisatawan.

"Jaksa memberikan sosialisasi, edukasi, penyuluhan dan pendampingan di desa," katanya.

Program Jelita yang sudah sukses di Sulawesi Tengah itu kini ia terapkan di Kabupaten Malang. Kejari akan memberikan edukasi hukum agar masyarakat kian sadar hukum dan sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan. "Masyarakat yang peduli lingkungan dan hukum itu disatukan dalam germas (gerakan masyarakat)," tegasnya.

Suwaskito menjelaskan Jelita kini sudah bisa dilaksanakan. Akan tetapi prosesnya menunggu Dinas Pariwisata setelah Kejari membuat peta wisata di Kabupaten Malang.(N-1)

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Tak Ada Lagi Bekantan dan Rusa di Riam Kanan

👤Denny Susanto 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:56 WIB
Perjalan tim ekspedisi Meratus 2021 sampai ke wilayah lembah Kahung dan desa-desa yang berada di sekitar waduk Riam Kanan, Kecamatan...
ANTARA/Zabur Karuru

Mulai 27 Juni, Tarif Tol Semarang-Solo Naik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:49 WIB
Tarif golongan I (sedan, jip, pikap, minibus, dan bus) untuk perjalanan terjauh dari gerbang tol (GT) Banyumanik menuju GT Surakarta atau...
dok.Polres Trenggalek

Polres Trenggalek dan Forkopimda Gelar Vaksinasi Berhadiah Kambing

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 12:30 WIB
Polres Trenggalek berkolaborasi dengan  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat menggelar gebyar vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya