Rabu 09 Juni 2021, 16:03 WIB

Rusak Kawasan Taman Nasional Kerinci, 4 Pelaku Ditangkap

Atalya Puspa | Nusantara
Rusak Kawasan Taman Nasional Kerinci, 4 Pelaku Ditangkap

Antara
Foto udara air terjun di kawasan taman nasional Kerinci, Jambi.

 

SAAT ini, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai pengelola kawasan konservasi, menghadapi ancaman dalam berbagai bentuk, baik illegal logging, perambahan, maupun perburuan.

Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi ancaman tersebut. Salah satunya, melibatkan masyarakat sekitar kawasan taman nasional. Namun, upaya tersebut belum bisa menghentikan aktivitas ilegal masyarakat di dalam kawasan TNKS. 

Kepala Balai Besar TNKS Pratono Puroso melalui Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat Ahmad Darwis menjelaskan bahwa upaya mempertahankan kelestarian kawasan TNKS bertujuan mengurangi dampak kerusakan lingkungan terhadap masyarakat luas, seperti banjir bandang.

Baca juga: KLHK Kembalikan Orangutan Terjebak ke Habitat Asli

"Penegakkan hukum adalah upaya terakhir yang harus kami lakukan," ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Pada 2-4 Juni 2021, Balai Besar TNKS bersama-sama dengan Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Polda Sumatera Barat telah menangkap 4 orang warga Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, sebagai upaya untuk menghentikan aktivitas pengrusakan kawasan TNKS.

Dari 4 orang pelaku tersebut, satu di antaranya merupakan aktor utama yang menggerakan masyarakat setempat. Selain itu, tim berhasil menemukan barang bukti beberapa unit mesin gergaji rantai (chain saw), kendaraan roda dua dan alat lain yang diduga untuk merusak kawasan hutan TNKS.

Baca juga: Jalan Utama Ke Taman Nasional Ujung Kulon Memprihatinkan

"Lokasi yang dirambah berada di Zona Rimba, yang merupakan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Itu telah diresmikan oleh Pemda Solok Selatan," imbuhnya.

Sebelum penangkapan, pihak TNKS telah melakukan tindakan persuasif dengan mendatangi pelaku. Berikut, memberikan pemahaman dan peringatan agar masyarakat segera menghentikan aktivitas illegal, hingga memasang papan larangan di lokasi. Namun, upaya tersebut tidak diindahkan pelaku. Sebaliknya, aktivitas perambahan semakin meningkat. 

Operasi penghentian pengrusakan kawasan TNKS ini juga didukung UNDP dengan Sumatran Tiger Project dan Flora Fauna Internasional (FFI). Berdasarkan hasil kamera jebak sebelum aktivitas pengrusakan, di lokasi tersebut banyak terekam jenis satwa yang dilindungi aturan hukum.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

ANTARA

Penutupan Objek Wisata Di Bandung Barat Diperpanjang

👤Depi Gunawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 20:25 WIB
PEMKAB Bandung Barat, Jawa Baray memutuskan memperpanjang penutupan objek wisata hingga 5 Juli mendatang karena wilayah tersebut masih...
ANTARA

Gubernur Jabar Pastikan Semua Desa Siapkan Ruang Isolasi

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 22 Juni 2021, 20:08 WIB
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai role model penyediaan ruang isolasi bagi pasien covid-19 di tingkat...
DOK MI

Kebumen Bentuk Enam Tim Khusus Covid-19

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 19:46 WIB
Kasus covid-19 di Kebumen, Jawa Tengah  (Jateng) melonjak hingga 100%. Jika empat hari lalu, kasus aktif tercatat 300 orang, kini...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya