Selasa 08 Juni 2021, 06:25 WIB

PTM di Kota Banjar Tetap Berjalan Abaikan Zona Covid

Adi Kristiadi | Nusantara
PTM di Kota Banjar Tetap Berjalan Abaikan Zona Covid

MI/Adi Kristiadi
Pembelajaran tatap muka (PTM) di kelas sudah dilaksanakan di Kota Banjar, Jawa Barat sejak 24 Mei lalu.

 

PEMERINTAH Kota Banjar, Jawa Barat telah memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) mulai tingkat SD, SMP dan SMA. Kegiatan belajar tersebut, sudah mulai sejak 24 Mei dengan dibatasi hanya 50 persen kapasitas ruang kelas. Kegiatan PTM ini dilakukan tanpa melihat status zona penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Lukmanul Hakim mengatakan, PTM mulai tingkat SD, SMP dan SMA sudah dimulai sejak 24 Mei tanpa melihat status zona penyebaran Covid-19. Dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas kelas. Pihaknya memastikan jika salah satu siswa terpapar Covid-19 maka sekolah langsung ditutup.

"Pelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah berjalan sejak 24 Mei 2021 dan dibatasi 50 persen sesuai kapasitas. PTM dilaksanakan atas persetujuan orang tua dan siswa lantaran selama pandemi Covid-19 mereka sudah jenuh belajar secara daring. Siswa juga sudah membutuhkan belajar di sekolah," kata Lukmanul Hakim, Senin (7/6/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi mendukung dilaksanakannya PTM di sekolah. Hal itu untuk menyelamatkan para generasi penerus bangsa. Karena, dikhawatirkan kalau terlalu lama menggunakan sistem daring dipastikan akan merusak mental generasi bangsa.

"Pelaksanaan PTM di sekolah harus menyesuaikan protokol kesehatan. Bisa dilakukan dengan sistem giliran atau shift. Sekolah harus disiplin menerapkan aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lainnya agar tak terjadi klaster baru," katanya.

Ami Fahmi kawatir jika siswa terlalu lama belajar sistem daring membuat para siswa individualistik dan lebih fokus pada gawai sehingga malas bersosialisasi dengan sesama itu sangat berbahaya. Apalagi, kegiatan belajar secara daring paling banyak bukan belajar tapi siswa asik memainkan game.

"PTM di sekolah sangat tepat karena anak didik akan cepat menyerap ilmu. Para guru juga mudah membantu siswa yang belum paham mata pelajaran. Di sistem daring hanya mengandalkan pembelajaran jarak jauh dan waktu yang terbatas. Paling banyak saat pelajaran main game," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Kebakaran Kejagung, Terdakwa Sebut Barang Bukti Bermasalah

 

Baca Juga

Dok Instagram @ataliapr/@emmerilkahn

Anak Ridwan Kamil Belum Ditemukan, Pencarian Terus Dilakukan

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:23 WIB
Keberadaan anak Ridwan Kamil, Emeril Khan belum diketahui hingga saat ini. Pencarian terus...
Instagram @ataliapr/ @emmerilkahn

Keberadaan Anak Ridwan Kamil, Emeril Khan belum Ditemukan

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:24 WIB
Hingga pukul 11.00 WIB nasib Emmeril Khan Mumtadz belum...
dok.ist

Kementan - DPR Tingkatkan Kapasitas Petani Milenial Kubu Raya

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:18 WIB
KOMANDO Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) menjadi gerakan pembaharuan pembangunan pertanian yang terus didengungkan Kementerian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya