Minggu 06 Juni 2021, 11:00 WIB

Penyerapan APBD 2021 Cianjur Sudah Capai 34% Lebih

Benny Bastiandy | Nusantara
Penyerapan APBD 2021 Cianjur Sudah Capai 34% Lebih

dok.mi
Ilustrasi

 

TINGKAT penyerapan anggaran daerah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan salah satu yang paling baik di Indonesia. Penyerapannya hingga Mei 2021 sudah mencapai kisaran 34%.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cianjur, Dedi Sudrajat, menuturkan capaian realisasi penyerapan anggaran sebesar 34% diketahui saat dilakukan zoom meeting menjelang akhir Mei bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Pencapaian penyerapan anggaran sebesar itu dinilai sangat baik.

"Itu langsung diumumkan Menteri Dalam Negeri saat zoom meeting bersama pak Bupati. Alhamdulillah, saya juga tak menyangka," kata Dedi kepada mediaindonesia.com, Minggu (6/6).

Dedi memastikan tingkat penyerapan anggaran bisa dilaksanakan secara cepat. Termasuk berbagai bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Barat maupun dari pemerintah pusat.

"Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat, bantuan dari pemprov itu kebanyakan fisik. Tapi secara rinci satu per satu saya kurang hapal karena cukup banyak," jelas Dedi.

Namun, kata Dedi, berbagai bantuan keuangan dari Pemprov Jabar akan diubah. Informasinya, lanjut Dedi, karena dimungkinkan kondisi keterbatasan anggaran.

"Mungkin karena kondisi sekarang. Sehingga, rencana akan turun kebijakan dari provinsi adanya perubahan alokasi ataupun pagu anggaran seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tapi kami masih menunggu kepastian informasi tersebut," tuturnya.

Dedi mengaku terus berkoordinasi dengan BPKAD Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui informasi perubahan tersebut. Namun jawaban dari provinsi diminta bersabar.

"Drafnya sudah dibuat, tinggal rinciannya saja kegiatan apa yang akan dialokasikan ke Cianjur. Mudah-mudahan aman," imbuhnya.

Besaran APBD Kabupaten Cianjur tahun ini di kisaran Rp3,4 triliun-Rp3,6 triliun. Nilainya bisa bertambah atau berkurang akan diketahui saat nanti APBD perubahan.

"Tapi biasanya di perubahan akan diketahui bertambah atau berkurang. Itu bergantung juga realisasi PAD (pendapatan asli daerah), realisasi bagi hasil, dan lainnya," pungkas Dedi. (OL-13)

Baca Juga: Awas Anggaran Dipotong Bila Lambat Serap APBD Lambat

 

Baca Juga

Medcom

Di DIY, Tinggal Kota Yogyakarta yang Penambahan Kasus Lebih Tinggi dari Jumlah Sembuh

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:15 WIB
Tempat tidur di rumah sakit rujukan di DIY tercatat sebanyak 183 tempat tidur untuk kategori kritikal dan 1.477 tempat tidur...
MI/Denny Susanto

Sajian Kopi Lokal dan Hasil Bumi Pegunungan Meratus Warnai HUT Walhi

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 08:00 WIB
Penyajian panganan lokal dari hasil panen petani ini menunjukkan rakyat Kalsel mampu berdaulat...
MI/Dok BPBD Ciamis

Petugas Identifikasi 11 Siswa MTs yang Tenggelam di Sungai Cileueur

👤Kristiadi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 06:09 WIB
Para siswa diduga terbawa arus yang cukup kuat karena semua korban yang ditemukan SAR gabungan lokasinya berada di muara aliran sungai yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya