Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Bogor melalui Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bogor menggelar perhelatan Festival Film Pendek Bogor 2021. Sedikitnya 60 karya film pendek garapan sineas-sineas muda yang diterima Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bogor.
Dalam karya -karya filmnya, sineas-sineas milenial tersebut mengangkat narasi-narasi kekayaan kebudayaan dan seni di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, film yang mengangkat sejarah dan budaya Bogor ini merupakan upaya melestarikan budaya Kabupaten Bogor terhadap generasi penerusnya.
“Festival Film Pendek Bogor 2021 ini adalah perwujudan dari semangat kita menggeliatkan kembali industri perfilman. Ini juga dapat mengakselerasi agenda pemulihan ekonomi daerah. Apalagi subsektor industri kreatif di Kabupaten Bogor memiliki potensi untuk dikembangkan, karena Kabupaten Bogor memiliki sumber daya insani yang kreatif dan warisan budaya yang kaya,"ungkap Ade .
Festival Film Pendek Bogor 2021 ini bagian dari rangkaian peringatan atau Hari Jadi Bogor yang ke-539.
Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bogor Putra Gara menyebutkan ada 60 karya film telah di terima dan telah di seleksi untuk kemudian akan di lakukan penjurian untuk menentukan pemenang.
“Penjurian pemenang akan di selengarakan pada tanggal 1- 7 Juni 2021, dimana dewan juri terdiri dari Arturo GP, seorang sutradara), artis dan penggiat teater Sha Ine Febrianti, dan artis film Atika Hasiholan,” jelas Gara.
Putra Gara mengimbau para sineas muda berbakat di Kabupaten Bogor, untuk terus konsisten berkarya dan berinovasi di tengah pandemi.
“Ayo kita buktikan, kita bisa terus produktif menghadirkan karya-karya bagus, tapi dengan rasa aman dan nyaman selama pandemi covid-19 ini. Salut untuk semua peserta,"pungkasnya.
Baca juga : Tengku Siwa, Surga Tersembunyi di Tanah Manggarai
Perhelatan ini pun mendapat respon positif di kalangan para pelaku seni atau tokoh-tokoh di dunia perfilman.
Zak Sorga seorang sutradara sekaligus pendiri Teater Kanvas menyebutkan Festival Film Pendek Bogor ini, bisa menjadi bagian dari gerak budaya Pemerintah Kabupaten Bogor. Terlebih Bupati Bogor Ade Yasin, telah memberikan perhatian dan keberpihakannya pada kemajuan film di Bogor.
Menurutnya, sejarah dan budaya Kabupaten Bogor memiliki jejak kuat atas pergerakan seni, budaya, sosial dan politik, dan menjadikan Kabupaten Bogor kaya aset.
"Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya penting untuk terus dilakukan,"katanya.
Inilah saatnya, laniutnya, para pemangku kepentingan perfilman di Kabupaten Bogor terus menjalin komunikasi, merancang rencana strategis dan aksi-aksi nyata yang bermanfaat untuk mewujudkan masa depan perfilman di Kabupaten Bogor, agar lebih dinamis.
Sementara itu Eddi Karsito, aktor film sekaligus penggiat budaya dan salah satu juri seleksi mengungkapkan, spiritnya Festival Film Pendek Bogor luar biasa dan harus dijaga.
“Spiritnya luar biasa. Kita diakui karena budayanya. Ini harus diapresiasi dan harus mengedukasi para senias pemula, maupun profesional dalam rangka kompetisi film dan kebangkitan film di tanah air. Cintailah budayamu dan hargai budaya orang lain,".(OL-2)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved