Rabu 05 Mei 2021, 22:43 WIB

Pemda Lembata Berlakukan PPKM mikro di Posko Pengungsian

Alexander P. Taum | Nusantara
Pemda Lembata Berlakukan PPKM mikro di Posko Pengungsian

MI/Alexander P Taum
Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali.

 

PEMERINTAH Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur, mulai memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menyusul terus meningkatnya warga terkonfirmasi Covid-19 di Lembata.

Pemberlakuan kebijakan PPKM, sejak Selasa (4/5) dimulai dengan membangun Posko PPKM Berbasis Mikro, yang akan ditangani secara mandiri oleh warga masyarakat di desa masing-masing dalam koordinasi dengan Satgas Covid 19 dan pemerintah kecamatan.

Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, Rabu (5/5/2021) menjelaskan, posko yang dibangun di sekitar Posko Pengungsian warga terdampak banjir bandang di Kebun-kebun warga ini adalah bagian integral dari penerapan protokol kesehatan dalam konteks pembatasan kegiatan sosial berbasis mikro bagi masyarakat korban bencana.

"Pembangunan Posko PPKM ini Berdasarkan arahan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dalam zoom meeting, Senin, 03/05/2021 bersama para kepala OPD, Camat Ile Ape, Ile Ape Timur dan para Kepala Desa terdampak bencana banjir bandang, tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan karena meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi covid 19," ujar Paskal Tapobali.

Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata, Selasa (4/5/2021) mendata, sebanyak 265 warga terkonfirmasi Covid-19, 61 sedang dirawat/isolasi, 196 sembuh dan 8 warga Lembata meninggal karena Covid-19.

Posko-posko ini dibangun pada lokasi pengungsian masyarakat korban bencana banjir yang sekarang berada di kebun - kebun, dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, Selasa (4/5/2021).

Tampak bersama Sekda Lembata, Asisten II Sekretaris Daerah, Kedang Paulus dan beberapa Kepala OPD terkait, turun langsung ke lapangan memimpin pembangunan tenda posko pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro itu.

Hingga Selasa (4/5), Sudah ada empat posko yang dibangun yakni, Di Pukairate untuk warga dari desa Waowala, Amakaka dan Tanjung Batu. Posko Parak untuk warga dari Lamawara dan Napasabok, di Bale Alen dan di Kalabahi I.

Warga berharap pembangunan Posko PPKM dapat mengurai kekhawatiran warga pengungsi tentang penularan Covid-19 di lokasi pengungsian banjir bandang. (OL-13)

Baca Juga: Perajin Ikat Sikka Belum Dapat Kesejahteraan Layak

 

Baca Juga

dok.pribadi

Politisi Muda Papua Minta Lukas Enembe Contoh Barnabas Suebu Patuh Hukum

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 18:55 WIB
POLITISI Muda Papua Haris Yoku menilai dua kali mangkirnya Gubernur Lukas Enembe ke KPK yang diduga korupsi tidak memberi contoh baik bagi...
DOK. Dekranasda Flotim

Kriya Tenun Karya Pengrajin Flores Timur Diminati Berbagai Kalangan

👤Alexander Taum 🕔Jumat 30 September 2022, 18:25 WIB
KEUNIKAN dan eksotisme kerajinan warisan leluhur Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menarik minat pengunjung Pameran Nasional Kriyanusa yang...
DOK MI

Pemkab OKU Minta BUMDes Fokus Kembangkan Desa Wisata

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 30 September 2022, 18:11 WIB
Pemerintah Kabupaten OKU mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Kecamatan Ulu Ogan untuk mengembangkan potensi wisata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya