Selasa 04 Mei 2021, 20:21 WIB

Cianjur Izinkan Objek Wisata Buka Saat Libur Idul Fitri

Benny Bastiandy | Nusantara
Cianjur Izinkan Objek Wisata Buka Saat Libur Idul Fitri

MI/Benny Bastiandy
Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak menjadi dalah satu tujuan wisata di Cianjur, Jawa Barat.

 

DINAS Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, segera mengeluarkan imbauan bagi pelaku usaha pariwisata menghadapi libur Idul Fitri 1442 H. Imbauan lebih ditekankan kepada upaya memperketat penerapan pendisiplinan protokol kesehatan bagi setiap wisatawan atau pengunjung.

Sekretaris Disparpora Kabupaten Cianjur, Enung Sri Haryati mengatakan kebijakan dibukanya tempat wisata ataupun tempat usaha wisata lainnya tak terlepas adanya larangan mudik pada Lebaran tahun ini. Namun, dengan membuka tempat wisata berarti harus ada upaya antisipasi agar tidak terjadi penyebaran covid-19 di berbagai tempat usaha wisata.

"Kami sepakat dengan Pemprov Jabar yang mempersilakan tempat wisata tetap buka tapi dengan protokol kesehatan sangat ketat," kata Enung, Selasa (4/5).

Untuk mengantisipasi potensi kerumunan, kata Enung, pihak pengelola tempat wisata ataupun tempat usaha wisata juga harus menerapkan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan lokal. Batasannya 50% dari jumlah kapasitas di setiap tempat. "Kapasitas juga harus dipertimbangkan sesuai aturan," tegas Enung.

Ia mencontohkan seperti di kawasan Kebun Raya Cibodas. Kapasitas di kawasan objek wisata tersebut rata-rata bisa menampung 3 ribu orang.

"Jadi pembatasan ini secara teknis bisa dikatakan tambal sulam. Misalnya di Cibodas, kalau 50% dari kapasitas itu sebanyak 1.500 orang. Nah, ketika yang 1.500 orang ini telah selesai kunjungan, maka pengunjung lainnya bisa masuk pada hari yang sama," bebernya.

Pembatasan itu tak hanya berlaku bagi tempat wisata, tapi juga hotel dan rumah makan. Enung juga mengingatkan kepada para wisatawan ataupun pengunjung agar membawa surat keterangan negatif hasil tes usap antigen.

"Dari pihak provinsi juga sudah mengeluarkan imbauan seperti itu. Bahkan nanti akan ada bantuan penyediaan swab antigen di tempat-tempat wisata. Semacam posko khusus pemeriksaan kesehatan," terangnya.

Enung menuturkan sejauh ini hampir semua objek wisata maupun tempat usaha wisata di Cianjur sudah menerapkan berbagai fasilitas protokol kesehatan. Bahkan beberapa di antaranya sudah mengantongi sertifikat Clean, Health, Safety, and Enviroment (CHSE).

"Tapi di luar kendali kami, mungkin saja ada yang lalai," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA

H+1 Lebaran, "Jalur Tikus" di Perbatasan Jateng-Jabar Masih Sepi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:37 WIB
Diperkirakan pada h+4 ke atas kendaraan arus balik ke arah Dejabotabek akan...
Medcom.id/M Rizal

Dukung Pemerintah, Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

👤Solmi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:34 WIB
Menurut Guntur yang juga menjabat Kepala Polres Tanjungjabung Barat,  langkah proaktif dari warga tersebut membantu menekan penyebaran...
MI/Susanto

Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:48 WIB
Berdasarkan hasil rekaman seismogram BMKG, pusat gempa bumi berada pada 0,10 LU dan 96,53 BT di kedalaman laut 19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya