Selasa 04 Mei 2021, 19:43 WIB

Peralihan Musim, Longsor dan Puting Beliung Ancam Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
Peralihan Musim, Longsor dan Puting Beliung Ancam Cianjur

DOK MI
Ilustrasi

 

TANAH longsor dan angin puting beliung diwaspadai berpotensi terjadi diKabupaten Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan prediksi, saat ini diperkirakan memasuki peralihan musim alias pancaroba.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, menuturkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi saat ini sudah memasuki kemarau. Namun, lanjut Dedi, pada kenyataannya, cuaca panas beberapa hari terakhir masih dibarengi hujan.

"Ini berdasarkan data dari BMKG, sudah akan memasuki musim kemarau. Tapi pada kenyataannya masih terjadi hujan. Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan kerawanan bencana, termasuk di Cianjur," kata Dedi, Selasa (4/5).

Pernyataan Dedi cukup beralasan. Sebab, saat kemarau, kontur permukaan tanah biasanya akan merekah atau retak-retak sehingga membuat rongga rongga udara.

"Yang kami khawatirkan itu, rongga-rongga pada tanah ini bisa dimasuki air saat turun hujan. Nah, kondisi ini bisa berpotensi menimbulkan pergerakan tanah hingga longsor," beber mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ini.

Potensi bencana lainnya yakni pohon tumbang. Pada situasi dan kondisi cuaca sekarang saat peralihan musim, hembusan angin biasanya akan bergerak cepat. "Ini tentu akan menimbulkan terjadinya angin kencang dan memicu potensi pohon tumbang," jelasnya.

Dedi menyebutkan indeks risiko kebencanaan di Kabupaten Cianjur relatif masih tinggi. Kondisi tersebut didasari masih terdapatnya wilayah permukiman penduduk yang berada daerah perbukitan dengan kontur tanah labil.

"Jadi, kami mewaspadai semua kecamatan di Cianjur itu rawan berpotensi bencana. Makanya, pada situasi dan kondisi apapun, kita siaga bencana itu di semua kecamatan," jelasnya.

Dari semua kecamatan, lanjut Dedi, ada beberapa wilayah yang intensitas kebencanaannya relatif cukup tinggi. Di Kecamatan Cipanas misalnya, kawasan Desa Ciloto merupakan salah satu titik yang berisiko tinggi rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di jalur nasional.

"Sedangkan di wilayah selatan, daerah-daerah tertentu memang sering kali terjadi longsor. Mulai dari Kecamatan Cibeber menuju ke Campaka, Pagelaran, Sukanagara, dan lainnya," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.mi

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah 565 Orang

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 17 Mei 2021, 07:40 WIB
PERKEMBANGAN kasus positif Covid-19 yang sembuh di Riau terus bertambah. Hingga Minggu (16/5) malam, terdapat penambahan 565 pasien sembuh...
Antara

Kasus Naik Satgas Covid-19 Klaten Ingatkan Prokes Jangan Kendor

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 17 Mei 2021, 07:31 WIB
KASUS covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, meningkat pascaHari Raya Idul Fitri 1442...
Antara

Pelaku UMKM Bali Belum Optimalkan Teknologi Informasi

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 17 Mei 2021, 07:26 WIB
PELAKU Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali masih lemah dalam pemanfatan teknologi informasi dalam pengembangan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya