Selasa 04 Mei 2021, 05:39 WIB

Tuduhan 70% Warga Banjar Pakai Hak Pilih Karena Uang Tuai Polemik

Denny Susanto | Nusantara
Tuduhan 70% Warga Banjar Pakai Hak Pilih Karena Uang Tuai Polemik

DOK Antung Riduan
Politisi muda Kalsel, Antung Riduan

 

PERNYATAAN calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana yang menyatakan bahwa 70% pemilih di Banjarmasin ikut memilih kandidat kepala daerah dalam Pilkada karena pengaruh uang (disogok) menuai polemik. Pernyataan yang dinilai meresahkan masyarakat Kalsel tersebut disampaikan secara terbuka saat menjadi pembicara utama dalam diskusi Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki’ yang digelar secara daring dan berpusat di Jakarta, Minggu (2/5).

Terkait hal ini politisi muda Kalsel, Antung Riduan meminta Denny Indrayana untuk berhenti membuat pernyataan-pernyataan bernada fitnah, mengadu domba dan meresahkan masyarakat Kalsel (Banua).

"Saya mempertanyakan hasil survei yang diucapkan Prof Denny Indrayana bahwa 70% pemilih di Banjarmasin memilih kandidat kepala daerah karena uang. Apakah ada bukti survei yang valid mengenai isu ini? Saya harap jangan semakin membuat masyarakat bingung, tolong secepatnya diluruskan," ujar Antung, Selasa (4/5).

baca juga: Pemungutan Suara Ulang

Antung berharap agar Denny Indrayana tidak berasumsi berlebihan sehingga membuat masyarakat resah. "Saya sangat percaya warga Banjarmasin atau Kalimantan Selatan  tidak seperti yang dituduhkan bahwa warga mencoblos di TPS hanya karena dapat duit. Itu pernyataan menghina," tegasnya.

Hal senada disampaikan Bahruddin Din Jaya, tokoh masyarakat Jalan Kelayan, Banjarmasin, yang meminta Denny Indrayana berhenti membuat komentar-komentar yang tidak bermutu. "Kita sangat sayangkan Denny Indrayana terus membuat komentar yang tidak jelas dan justru meresahkan masyarakat Kalsel. Menyebut masyarakat Banjarmasin 70% ikut pemilu karena duit merupakan pernyataan yang kebablasan," kata Din Jaya.

Menurut Din Jaya, sebagai ahli hukum Denny seharusnya melapor ke pihak berwenang jika ada pelanggaran hukum. "Pak Denny kan seorang profesor yang pasti wawasannya luar biasa. Seharusnya dia memberi contoh berpolitik dan berkontestasi secara santun dan beradab," keluhnya.

Din Jaya juga mengkritisi pernyataan Denny tentang buzzer di Kalsel yang berbayar antara Rp600 juta sampai Rp1 miliar. "Laporkan ke polisi kalau memang ada. Pihak berwajib setahu saya punya cyber crime. Jadi kalau memang ada buzzer atau penebar hoax yang merusak dan mengadu domba, pasti segera ditangkap polisi," ujarnya. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya