Senin 03 Mei 2021, 16:40 WIB

Penjualan Pakaian Bekas di Temanggung Mulai Ramai Jelang Lebaran

Tosiani | Nusantara
Penjualan Pakaian Bekas di Temanggung Mulai Ramai Jelang Lebaran

MI/Tosiani.
Salah satu toko pakaian bekas di Temanggung, Jawa Tengah.

 

PENJUALAN pakaian bekas impor di Temanggung, Jawa Tengah, mulai diburu pembeli saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Karena harga yang relatif lebih murah, pakaian bekas ini menjadi alternatif untuk berlebaran sekaligus menghemat pengeluaran saat pandemi covid-19.

Di daerah Temanggung, pakaian bekas ini dikenal dengan sebutan owol. Ada sejumlah lokasi tempat menjual pakaian bekas di sana dan hampir semua ramai dikunjungi masyarakat.

Seperti yang terjadi di pusat penjualan pakaian bekas di Jalan Suwandi Suwardi Temanggung, sekitar 100 meter dari Sungai Progo. Tiap sore hingga malam selalu banyak konsumen yang memburu pakaian bekas di tempat ini.

Ada berbagai merek terkenal yang dijual di sana antara lain Nike, Adidas, dan Asics. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti jaket, kaos, celana, juga pakaian olahraga.

Arfinanto, 34, salah seorang warga Kowangan, Temanggung, mengatakan, hanya dengan Rp 100 ribu ia bisa mendapat dua pakaian bermerek terkenal original, meskipun itu merupakan barang bekas. Jika harus membeli pakaian baru di toko lain, uang Rp 100 ribu yang dibawanya itu dirasa tidak cukup.

 

"Ini original dan merek terkenal. Kalau baru pasti mahal. Merek yang tidak terlalu terkenal pun harganya bisa mahal kalau baru, tidak cukup Rp100 ribu. Ini bisa menghemat pengeluaran di masa pandemi," ujar Arfinanto.

 

Membeli pakaian owol, katanya, harus jeli dalam memilih, sehingga bisa mendapatkan pakaian yang kualitas dan kondisinya masih bagus. Yang jadi kendala sering kali ukuran pakaian yang lebih besar karena dibuat berdasarkan ukuran orang luar negeri. "Sebelum dipakai biasanya pakaian owol disterilkan dulu dengan direndam menggunakan antiseptik dan dicuci bersih," katanya.

Arfinanto yang kesehariannya merupakan ASN di salah satu instansi pemerintah mengaku tidak malu maupun gengsi membeli dan memakai pakaian bekas. Jika ada rekan atau tetangganya yang bertanya, ia dengan sengaja akan mempromosikan salah satu toko pakaian bekas favoritnya.

Slamet, 50, salah seorang pengelola toko penjualan pakaian bekas, mengatakan, tiap menjelang Lebaran biasanya ia mengantongi hasil penjualan antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari. Namun saat menjelang Lebaran 2020 tokonya terpaksa tutup guna menghindari penularan covid-19.

Harga jual pakaian bekas berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per lembar. "Ini baru mulai buka lagi. Mudah-mudahan mulai ramai lagi," ujar Slamet. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

H+1 Lebaran, "Jalur Tikus" di Perbatasan Jateng-Jabar Masih Sepi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:37 WIB
Diperkirakan pada h+4 ke atas kendaraan arus balik ke arah Dejabotabek akan...
Medcom.id/M Rizal

Dukung Pemerintah, Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

👤Solmi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:34 WIB
Menurut Guntur yang juga menjabat Kepala Polres Tanjungjabung Barat,  langkah proaktif dari warga tersebut membantu menekan penyebaran...
MI/Susanto

Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:48 WIB
Berdasarkan hasil rekaman seismogram BMKG, pusat gempa bumi berada pada 0,10 LU dan 96,53 BT di kedalaman laut 19...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya