Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN pakaian bekas impor di Temanggung, Jawa Tengah, mulai diburu pembeli saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Karena harga yang relatif lebih murah, pakaian bekas ini menjadi alternatif untuk berlebaran sekaligus menghemat pengeluaran saat pandemi covid-19.
Di daerah Temanggung, pakaian bekas ini dikenal dengan sebutan owol. Ada sejumlah lokasi tempat menjual pakaian bekas di sana dan hampir semua ramai dikunjungi masyarakat.
Seperti yang terjadi di pusat penjualan pakaian bekas di Jalan Suwandi Suwardi Temanggung, sekitar 100 meter dari Sungai Progo. Tiap sore hingga malam selalu banyak konsumen yang memburu pakaian bekas di tempat ini.
Ada berbagai merek terkenal yang dijual di sana antara lain Nike, Adidas, dan Asics. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti jaket, kaos, celana, juga pakaian olahraga.
Arfinanto, 34, salah seorang warga Kowangan, Temanggung, mengatakan, hanya dengan Rp 100 ribu ia bisa mendapat dua pakaian bermerek terkenal original, meskipun itu merupakan barang bekas. Jika harus membeli pakaian baru di toko lain, uang Rp 100 ribu yang dibawanya itu dirasa tidak cukup.
"Ini original dan merek terkenal. Kalau baru pasti mahal. Merek yang tidak terlalu terkenal pun harganya bisa mahal kalau baru, tidak cukup Rp100 ribu. Ini bisa menghemat pengeluaran di masa pandemi," ujar Arfinanto.
Membeli pakaian owol, katanya, harus jeli dalam memilih, sehingga bisa mendapatkan pakaian yang kualitas dan kondisinya masih bagus. Yang jadi kendala sering kali ukuran pakaian yang lebih besar karena dibuat berdasarkan ukuran orang luar negeri. "Sebelum dipakai biasanya pakaian owol disterilkan dulu dengan direndam menggunakan antiseptik dan dicuci bersih," katanya.
Arfinanto yang kesehariannya merupakan ASN di salah satu instansi pemerintah mengaku tidak malu maupun gengsi membeli dan memakai pakaian bekas. Jika ada rekan atau tetangganya yang bertanya, ia dengan sengaja akan mempromosikan salah satu toko pakaian bekas favoritnya.
Slamet, 50, salah seorang pengelola toko penjualan pakaian bekas, mengatakan, tiap menjelang Lebaran biasanya ia mengantongi hasil penjualan antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari. Namun saat menjelang Lebaran 2020 tokonya terpaksa tutup guna menghindari penularan covid-19.
Harga jual pakaian bekas berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per lembar. "Ini baru mulai buka lagi. Mudah-mudahan mulai ramai lagi," ujar Slamet. (OL-14)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan Posko Terpadu Lebaran 2026 sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
SEORANG supir truk meninggal dunia terlindas kendaraan sendiri setelah memarkirnya di jalan. Kecelakaan beruntut terjadi, Rabu (11/3), di Kabupaten Batang.
Hingga saat ini lebih dari 50 persen dari 2.440 kilometer jalan Provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan.
Polda Jateng petakan titik lelah di Tol Pejagan-Semarang dan Semarang-Solo pada Mudik 2026. Simak jadwal puncak arus mudik, balik, dan skema one way di sini.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved