Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUDIK tujuan kepulauan Semeulue, Kabupaten Semeulue, Provinsi Aceh, memenuhi pelabuhan Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (28/4). Padahal lebaran Idul Fitri 1442 H masih dua pekan lagi. Sejak pagi ratusan calon penumpang kapal penyeberangan Meulaboh, Aceh Barat-Sinabang, Simeulue memadati kawasan dermaga setempat. Puluhan truk barang juga memenuhi lambung kapal yang siap berangkat pagi itu.
Sebagian dari pemudik itu adalah mahasiswa asal kepulauan Simeulue yang sekarang kuliah di USK (Universitas Syiah Kuala) Banda Aceh dan UTU (Universitas Teuku Umar) Meulaboh, Aceh Barat. Mereka ingin berlebaran bersama keluarga di kampung halamannya.
"Mudik lebih awal untuk berhari raya bersama keluarga di kampung" tutur Muslim, mahasiswa asal Sinabang Ibukota Kabupaten Simeulue.
baca juga: Larangan mudik
Dikatakan Muslim, dia dan teman temannya memilih mudik lebih awal untuk menghindari penyekatan atau keluar masuk antar kepulauan yang akan diberlakukan pemerintah.
"Nanti mulai 6 Mei tentu sudah tidak bisa lagi pulang. Karena tidak ada lagi angkutan penyeberangan antarpulau. Setelah lebaran baru kapal kembali beroperasi" tambah penumpang tujuan Pulau Someulue lainnya. (OL-3)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
KALANGAN aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cianjur, Jawa Barat, dilarang menggunakan fasilitas kendaraan dinas untuk keperluan mudik pada Idulfitri 1443 Hijriyah.
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengaku, saat ini harga Tanda Buah Segar (TBS) milik petani sawit sudah anjlok ke Rp1000 akibat kebijakan larangan ekspor.
Budi menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap operasi angkutan bus maupun travel gelap.
Meski pemerintah sudah mengizinkan diharapkan masyarakat tidak terlalu bereforia mengingat pandemi ini belum usai.
Untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga penyebaran covid-19.
"Kami minta masyarakat bersabar dan tidak mudik Iduladha tahun ini. Lindungi diri, keluarga dan orang di sekitar kita dari bahaya covid-19,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved