Rabu 28 April 2021, 10:45 WIB

Polisi Kembali Tangkap Komplotan Penyelundup TKI di Batubara

Yoseph Pencawan | Nusantara
Polisi Kembali Tangkap Komplotan Penyelundup TKI di Batubara

MI/Humas Polres Batubara
Polisi menunjukkan dua dari lima tersangka pelaku penyelundup calon TKI Ilegal yang akan diberangkatkan dari Kabupaten Batubara, Sumut.

 

POLISI kembali menangkap pelaku penyelundupan calon TKI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tangkahan Pematang Polong, Dusun Vlll, Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatra Utara.

Mereka yang ditangkap terdiri dari dua laki-laki. Keduanya masih satu komplotan dengan tiga penyelundup yang diringkus sebelumnya.

"Kami mengamankan dua lagi kawanan penyelundup TKI ilegal yang digagalkan pada Minggu (25/4) sekitar pukul 01.00 WIB," ungkap Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis, saat dikonfirmasi, Rabu (28/4) pagi.

Baca juga: Polres Klaten Giatkan Penyekatan Kendaraan Luar Daerah

Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MH, 26, warga Tanjungbalai dan RA, 27, warga Asahan. Sementara tiga orang yang sudah diringkus sebelumnya berinisial SB, 52, warga Tanjungbalai, RB, 42, warga Tanjungbalai, dan AR, 42, warga Batubara.

Saat ini, kelimanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Batubara mengamankan 31 orang calon TKI ilegal saat hendak diberangkatkan dari Tangkahan Pematang Polong, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Minggu (25/4), sekitar pukul 01.00 WIB.

Para calon TKI ilegal terdiri dari 17 perempuan dewasa dan 14 laki-laki dewasa. Dalam rombongan mereka juga terdapat dua anak-anak.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan polisi berhasil diringkus tiga laki-laki yang diduga sebagai agen para calon TKI ilegal. Ketiganya dibekuk di Sei Bejangkar, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Batubara.

Kapolres menerangkan ini bukan kali pertama komplotan tersebut mengirim para calon TKI secara ilegal. Dalam aksi mereka, para pelaku meminta uang sebesar Rp5 juta kepada setiap calon TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Dalam beraksi, mereka memiliki peran yang berbeda. Tersangka SB berperan sebagai pemilik kapal dan mengatur perjalanan. Tersangka RB berperan sebagai pengantar para penumpang ke lokasi keberangkatan.

Sedangkan tersangka AR berperan sebagai pengawas atau pengamanan lokasi pemberangkatan. Adapun MH berperan sebagai awak kapal dan RA berperan sebagai pengurus penumpang.

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Fery Kusnadi menambahkan, penangkapan bermula dari informasi warga yang menyebut adanya orang yang akan dibawa ke Malaysia pada Minggu (25/4). Saat dilakukan pengecekan oleh personel Polsek Limapuluh dan Satreskrim Polres Batubara, informasi tersebut benar adanya.

Setelah diperiksa, seluruh orang yang akan berangkat ke Malaysia tersebut tidak memiliki dokumen atau izin ke luar negeri dari Kantor Imigrasi.

Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas. Di antaranya satu unit perahu kayu bermesin dengan panjang sekitar 16 meter dan satu paspor atas nama Emah, serta 26 KTP dan 17 unit HP.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dikenakan Pasal 2, Pasal 10, dan Pasal 11 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Perdagangan Orang atau pasal 120 ayat (1) dan ayat (1) UU Rp Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian Jo Pasal 55 dari KUHPidana. (OL-1)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Jelang Akhir Tahun, Pelayanan Vaksinasi di NTT Terus Meningkat

👤Palce Amalo 🕔Selasa 07 Desember 2021, 07:05 WIB
PEMPROV  Nusa Tenggara Timur terus menggencarkan pelayanan vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus...
AFP/Agung S

Gunung Merapi: 3 Kali Awan Panas dan 40 Kali Guguran Lava Pijar

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:55 WIB
DALAM tempo 12 jam dari pukul 18.00 WIB hari Senin (6/12) hingga pukul 06.00 WIB hari Selasa (7/12) terjadi 3 kali awan panas dan 40...
ANTARA/Seno

Pasien Luka Bakar Erupsi Gunung Semeru Perlu Ditangani Dokter Khusus

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Desember 2021, 05:15 WIB
"Luka bakar serius seperti luka bakar derajat tiga dengan area luka yang luas, membutuhkan rawat inap di rumah sakit dan kadang dokter...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya