Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rawa Lebak Masih Dalam, Petani Nagara Menjadi Nelayan

Denny Susanto
25/4/2021 06:55
Rawa Lebak Masih Dalam, Petani Nagara Menjadi Nelayan
Sejumlah petani menanam padi jenis Inpari 42 di lahan rawa di areal food estate Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalteng(ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

PASCABENCANA banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan awal tahun lalu, kondisi kawasan pertanian rawa lebak beberapa kabupaten masih dalam, sehingga musim tanam bergeser. Para petani rawa lebak kini beralih menjadi nelayan rawa dan sebagian terpaksa menjadi buruh tani atau menyewa lahan di kabupaten tetangga.

"Tahun ini musim tanam di wilayah Nagara bergeser karena rawa lebak masih dalam dan belum bisa ditanam," ungkap Gusriadi, Kepala Desa
Muning Baru, Sabtu (24/4).

Desa Muning Baru adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Daha Selatan atau dikenal dengan sebutan Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kegiatan pertanian di wilayah rawa lebak ini biasanya dimulai saat kemarau pada bulan April-Mei. Selain padi kawasan rawa lebak Kalsel juga menghasil aneka sayuran dan buah-buahan seperti semangka dan labu siam (bilungka). Yang terkenal adalah gumbili dan kacang Nagara.

"Biasanya saat ramadan bertepatan dengan musim panen di lahan rawa lebak. Tahun ini hanya sedikit yang bercocok tanam karena sebagian besar rawa masih dalam karena hujan sesekali masih turun. Sebagian petani kini menjadi nelayan rawa atau sungai dan lainnya mencari pekerjaan menjadi buruh ataupun menyewa lahan pertanian di daerah lain," tuturnya.

baca juga: Pertanian Kalsel

Hal serupa dikemukakan Bakeri,45 petani Nagara yang menyebut lahan rawa lebak baru bisa ditanam pada bulan Juni-Juli mendatang. "Rawa belum bisa ditanam karena air masih dalam," ucapnya.

Pada bagian lain BMKG memprediksi Kalsel akan memasuki musim kemarau pada Juni dan puncak kemarau terjadi pada Agustus-September. Kemarau tahun ini juga diperkirakan ekstrem sehingga  perlu diantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pertanian lahan rawa lebak yang tersebar di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara merupakan penghasil utama sayuran seperti cabe, tomat, pare, terong, semangka, labu siam, gumbili dan kacang. Serta penghasil 25 persen produksi padi Kalsel. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya