Kamis 22 April 2021, 14:55 WIB

10 hari Ramadan Stok Darah di PMI Cianjur Kian Menipis

Benny Bastiandy | Nusantara
10 hari Ramadan Stok Darah di PMI Cianjur Kian Menipis

Antara
Warga sedang mendonorkan darahnya di Kantor PMI Kota Tangerang, Banten, Sabtu (17/4/2021)

 

STOK darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus menipis, terutama saat Ramadan. Kondisi tersebut dipicu tidak seimbangnya jumlah pendonor dengan kebutuhan.

Bagian Perencanaan Program dan Pengendalian Alat UDD PMI Kabupaten Cianjur, Reni Sutiana, menyebutkan selalu menipisnya persediaan darah tak hanya saat Ramadan. Pada kondisi normal pun sebetulnya stok darah acapkali menipis karena relatif tingginya kebutuhan permintaan.

"Stok darah selama Ramadan, tentu jelas menurun. Pada kondisi normal pun biasanya kalau Ramadan pasti menurun," jelas Reni kepada Media Indonesia,
Kamis (22/4).

Data per Kamis (22/4), stok darah yang tersedia di UDD PMI Kabupaten Cianjur lebih kurang sebanyak 110 labu. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 30 labi, B sebanyak 30 labu, O sebanyak 40 labu, dan AB sebanyak 10 labu.

"Menipisnya stok karena memang jumlah pendonor berkurang. Ditambah lagi saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. Termasuk kendala karena adanya vaksinasi. Setelah vaksin itu ada jangka waktu yang tak diperbolehkan donor selama 4 minggu," ucap Reni.

Reni menuturkan turunnya stok darah selama Ramadan dan pandemi covid-19 dirata-ratakan mencapai 80%. Sedangkan rata-rata kebutuhan mencapai 80-100 labu per hari atau 1.700 labu per bulan.

"Penurunannya memang sangat signifikan. Padahal di sisi lain, tingkat kebutuhan darah ini baik saat Ramadan maupun bukan Ramadan tetap sama,"
tegasnya.

Untuk mengantisipasi tidak tersedianya darah, UDD PMI Kabupaten Cianjur berinisiatif mencari donor sukarela. Biasanya pendonor sukarela merupakan
keluarga pasien yang membutuhkan darah.

"Bilamana ada pasien yang membutuhkan darah, kita edukasi dan beritahukan agar membawa pendonor. Kalau stok darah kita normal sih tidak harus ada donor pengganti," tuturnya.

Pengguna darah terbanyak mayoritas merupakan pasien penderita thalasemia. Menurut Reni, kebutuhannya mencapai rata-rata 500-600 labu per bulan.

"Pasien thalasemia ini kan divonis harus rutin melaksanakan transfusi darah. Ada yang sebulan harus transfusi darah 2-3 kali. Itu harus," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: PMI Temanggung Jemput Bola ke Pendonor selama Ramadan

 

Baca Juga

Dwi Apriani

Pemkot Palembang Fokus Tekan Stunting

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:53 WIB
Kota Palembang berada jauh lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 30% yang terkena stunting. Yakni angka stunting hanya...
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Berkunjung ke Sintang, Jokowi Tanam Pohon di Area Bekas Tambang

👤Andhika prasetyo 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:34 WIB
Upaya itu diharapkan dapat memperbaiki lingkungan yang rusak sehingga risiko terjadinya bencana banjir bisa...
Dok PT Paiton Energy

Hutan Selobanteng Hasilkan Dekarobisasi Untuk Kesejahteraan Warga

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:12 WIB
Hutan rakyat memiliki manfaat sangat besar untuk mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Hal ini terbukti pada program...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya