Sabtu 17 April 2021, 10:41 WIB

Gara-Gara Hoaks Tsunami, Dua Warga Lembata Meninggal

Alexander P Taum | Nusantara
Gara-Gara Hoaks Tsunami, Dua Warga Lembata Meninggal

MI/Alexander P Taum
Kristina Lelu, warga Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan, Lembata, NTT meninggal dunia gara-gara hoaks tsunami.

 

RIBUAN warga Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/4) pukul 23.46 WITA, berhamburan keluar rumah akibat isu adanya tsunami. Warga yang panik itu melarikan diri ke tempat lebih tinggi dan menjaih dari pantai untuk menyelamatkan diri. Kepanikan warga ini menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Satu warga bernama Kristina Lelu, warga Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan, meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat serangan stroke dan membuatnya terjatuhh saat menyelamatkan diri. Kristina meninggal di RS Bukit Lewoleba, Sabtu (17/4) pukul 02.00 WITA 

Siprianus Beda Elan, suami Kristina menjelaskan istrinya terjatuh saat berlari berdesak-desakan dengan ribuan warga kota yang melarikan diri karena terpancing isu adanya tsunami. Ada juga warga yang membawa kendaraan bermotor berupaya menuju tempat lebih tinggi agar terhindar dari tsunami. Keduanya ikut melarikan diri saat banyak warga berhamburan keluar rumah.

"Iya kami lari karena katanya air laut naik. Saat itu mama lari lebih dulu, sedangkan saya karena napas sesak, maka jalan ikut dari belakang. Sampai di belakang kantor lurah, ada genangan air di situ. Mama jatuh di situ," ujar Siprianus.

Saat diangkat dari tanah, Kristina sempat muntah. Mulut dan giginya terkunci. Ia sempat membuka mata kemudian terpejam. Sipiranus meminta pertolongan dan membawa ibunya ke rumah sakit namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Bahkan Sipiranus sempat melewati tubuh Kristina karena tidak tahu bahwa tubuh perempuan yang ia lewati adalah istrinya. 

Sipiranus mengungkapkan sejak Lembata dihantam bencana banjir bandang dan erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kristina selalu mengingatkan suami dan anak-anaknya agar waspada dan siaga karena bencana bisa datang tanpa diprediksi.

baca juga: Legislator Nasdem Bantu Pengungsi Banjir Bandang Lembata

Warga lainnya yang juga meninggal akibat isu adanya tsunami adalah Lisa Deram Akamaking, 82 pengungsi banjir bandang ikut berlari menyelamatkan diri dari tsunami. Lisa adalah warga Desa Lamagute. Lansia ini ditabrak orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri di depan Tornado komputer. Ia sempat dilarikan ke RSUD Leweba, dan dirawat beberap jam, namun meninggal Sabtu (17/4) pagi pukul 06.00.

Sedangkan Ayuwindra, 22 tahun,  pengungsi asal Desa Waimatan  yang sedang hamil sempat jatuh karena terserempet kendaraan saat ia melarikan diri karena adanya isu terjadinya tsunami. Belum diketahui sumber yang menyebarkan isu adanya tsunami.  (OL-3)

Baca Juga

Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...
DOK

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB
Sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya