Rabu 14 April 2021, 10:16 WIB

Struktur Bangunan Buruk Penyebab Rumah Rusak Saat Gempa Malang

Mediaindonesia.com | Nusantara
 Struktur Bangunan Buruk Penyebab Rumah Rusak Saat Gempa Malang

MI/Bagus Suryo
Salah satu rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, Jawa Timur yang rusak akibat gempa.

 

BADAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut struktur bangunan yang buruk menjadi salah satu penyebab banyaknya rumah dan bangunan yang rusak saat Gempa Malang pada Sabtu (10/4).
 
"Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan faktor lain adalah kondisi batuan atau tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api.
 
Selain itu, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang serta jarak terhadap pusat gempa.
 
Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil survei Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa.
 
Hasil survei tersebut akan diserahkan kepada pemda setempat sebagai
bentuk peta mikrozonasi kerentanan gempa bumi, yang selanjutnya menjadi
dasar rekomendasi untuk rekonstruksi bangunan yang rusak agar dibangun pada zona dan standar bangunan yang tepat.
 
Dwikorita mengatakan sebenarnya gempa tidak membunuh atau melukai,
justru, bangunanlah yang melukai bahkan membunuh manusia. Oleh karena itu rumah atau bangunan perlu dipersiapkan agar kuat dan tahan gempa.
 
"Potensi bahaya gempa bumi di Indonesia sangat besar, jadi harus diantisipasi dengan menerapkan building code dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," lanjutnya.

baca juga: Korban Gempa Malang Minim Bantuan

Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Malang, Jawa Timur dan sekitarnya pada Sabtu (10/4). Musibah tersebut berdampak pada 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari Probolinggo hingga Ponorogo yang menyebabkan ribuan rumah dan ratusan fasilitas umum rusak
 
Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/4), sebanyak 179 fasilitas umum rusak karena gempa bumi. Bencana itu juga mengakibatkan 1.361 rumah rusak ringan, 845 rumah rusak sedang, dan 642 rumah rusak berat. (Ant/OL-3)
\

 

Baca Juga

Dok: PT PLN IUW NTT

Listrik di Perbatasan RI-Timor Leste Sudah Menyala 24 Jam

👤Palce Amalo 🕔Senin 21 Juni 2021, 07:34 WIB
PLN meningkatkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang terletak di Oepoli dengan mendatangkan satu unit mesin 160...
AFP/Mario Tama

Pidie Targetkan 70% Warga Harus Diivaksin Covid-19

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 21 Juni 2021, 02:00 WIB
Pemerintah atau tim penanganan Covid-19 setempat kini menargetkan 70% warga di kabupaten pesisir Selat Malaka tersebut harus...
Antara

DIY Tambah 30% Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Senin 21 Juni 2021, 00:15 WIB
Pemda DIY pun bertindak sigap dangan menambah tempat tidur di rumah sakit rujukan untuk pasien...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya