Senin 12 April 2021, 10:44 WIB

Pengungsi Gempa Malang Tinggal di Tenda Darurat Dekat Rumah

Bagus Suryo | Nusantara
Pengungsi Gempa Malang Tinggal di Tenda Darurat Dekat Rumah

MI/Bagus Suryo
Warga terdampak gempa bumi di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Malang, Jawa Timur, mendirikan tenda darurat di depan rumah mereka,

 

HINGGA saat ini warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur masih mengungsi di tenda darurat secara mandiri sembari menunggu realisasi bantuan dan kepastian tenda pengungsian dari Kemensos.

"Kami sudah mendirikan posko pengungsian, warga terdampak bencana sepakat tenda berada di dekat rumah," kata Kepala Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Joko Widodo, Senin (12/4).

Sejauh ini korban terdampak gempa menempati tenda darurat di dekat rumah mereka. Pertimbangan warga minta tenda darurat di dekat rumah mereka selain lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari, warga masih perlu menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa digunakan pascagempa bumi.

Joko Widodo mengungkapkan Menteri Sosial Tri Rismaharini sudah memberikan bantuan sembako dan lima tenda pengungsian. 

"Hari ini, tenda dipasang oleh TNI dan relawan di lapangan Taman Asri. Semoga pagi ini clear dan bantuan cukup," kata Joko.

Di Desa Taman Asri sebanyak 285 rumah rusak. Warga mengungsi karena rumah mereka tidak layak huni. Sebanyak 54 rumah dirobohkan karena berbahaya bila tetap ditempati. 

"Warga kita selamatkan dulu, bantuan kita salurkan. Adapun soal relokasi, teknisnya kita serahkan pemerintah," tuturnya.

Saat ini warga terdampak bencana membersihkan rumah masing-masing dibantu relawan tanggap bencana. Rumah warga yang rusak berat dirobohkan paksa lantaran berbahaya bila masih ditempati. Tembok bangunan rumah retak-retak sehingga rawan ambruk. 

"Karena itu rumah dirobohkan dan penghuninya mengungsi," tegas petugas Satgana Malang, Agung Dwi. 

Namun, warga kesulitan mengamankan perkakas rumah tangga dan pakaian karena belum ada penampungan khusus barang-barang mereka apalagi hujan masih mengguyur kawasan setempat. Selain itu, korban bencana di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang mengaku bantuan sembako belum merata.

"Pak RT sudah melakukan pendataan. Rumah saya rusak. Sekeluarga tidur di emperan rumah," kata warga Majang Tengah, Liyati.

baca juga: 8 Korban Meninggal Dampak Gempa Malang Terima Santunan Kematian 

Sementara itu Bupati Malang Muhammad Sanusi mengatakan petugas gabungan terus melakukan penanganan pascagempa termasuk melanjutkan pendataan.

"Kegiatan terus pendataan jumlah korban dan kerusakan," kata Sanusi.

Pendataan oleh BPBD Kabupaten Malang sampai Minggu (11/4), tiga orang meninggal dunia dan 57 orang terluka. Sebanyak 1.751 rumah rusak, sebanyak 499 rumah di antaranya rusak berat, 409 rumah rusak sedang dan 845 rusak ringan. Kerusakan serupa pada 14 sekolahan, 9 fasilitas kesehatan dan 11 fasilitas umum.(OL-3)
 

Baca Juga

Antar

Warga Tanjung Pinang Diimbau Batasi Silaturahmi Lebaran

👤Ant 🕔Kamis 13 Mei 2021, 22:45 WIB
Jika ingin ke rumah kerabat, kata dia, warga harus tetap mematuhi protokol...
ANTARA

Objek Wisata di Situbondo Tutup Selama Libur Lebaran

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 22:09 WIB
Tempat wisata yang mulai ditutup itu, antara lain Wisata Bahari Pasir Putih, Kampung Kerapu, Talempong, Grand Patek, dan Pantai...
Antara

Pelabuhan Bakauheni akan Terapkan Skrining Tambahan

👤Yanti Nainggolan 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:32 WIB
Mengingat, Pelabuhan Bakauheni di Lampung merupakan perbatasan wilayah Jawa dan Sumatera. Skrining ganda juga tindak lanjut surat Satgas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya