Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDEKATI bulan Ramadan 2021, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Kota Cimahi, Jawa Barat mulai merangkak naik. Kenaikan diperkirakan akan terus terjadi hingga jelang bulan puasa.
Di Pasar Antri, kenaikan harga diantaranya terjadi pada komoditas cabai merah tanjung dari semula Rp 52.000/kg menjadi Rp 56.000/kg. Untuk harga cabai rawit merah yang sempat mahal, kini berangsur turun di kisaran Rp80.000/kg dari asalnya Rp120.000/kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi dari rata-rata Rp110.000/kg menjadi Rp 120.000-130.000/kg. Harga daging ayam dari Rp35.000 menjadi Rp 38.000-40.000/kg. Komoditas telur juga mengalami kenaikan kisaran Rp 24.000/kg dari semula Rp 21.000/kg.
"Sekarang, harga daging sapi memang sedang naik," kata salah satu pedagang daging sapi, Olih Solihin, Jumat (9/4).
Menurut Olih, kenaikan harga disebabkan pasokan terbatas. "Dari jagal pasokannya berkurang, harga jadi tinggi. Sedangkan kalau mau munggah (puasa), biasanya orang banyak beli daging," ucapnya.
Hal senada disampaikan pedagang daging ayam, Nanang. Naiknya harga hingga mencapai Rp 40.000/kg karena terbatasnya pasokan, kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat. Diperkirakan, harga daging ayam bakal terus mengalami kenaikan sampai masuknya bulan puasa.
"Dari daerah pemasok dibatasi, jadi harus nyari ke daerah lain. Sedangkan buat Ramadan kebutuhan naik karena masyarakat banyak yang membutuhkan," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengaku, pihaknya sudah turun ke pasar untuk memantau harga serta ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa.
"Yang stabil beras, harga terkendali dan stok juga aman. Sayuran lumayan harga agak naik, tapi masih batas normal. Untuk daging sapi ada kenaikan, karena menurut pedagang stok agak berkurang, sedangkan daging ayam sebetulnya stok melimpah tapi harga dari peternak sudah naik duluan," jelas Ngatiyana.
Pihaknya tidak menampik kemungkinan harga semakin naik mendekati bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari.
"Kemungkinan besar harga masih naik makin dekat Ramadan, mudah-mudahan saat masuk Ramadan bisa dikendalikan. Kalau naik lagi nanti kita sidak kembali, dan lihat penyebabnya," ungkapnya.
Menurutnya, diikhawatirkan dengan harga naik daya beli konsumen menurun. "Kita menekan ke pedagang agar harga tetap minimal jangan naik lagi, tapi kalau terpaksa naik karena memang harga dari pemasok tinggi. Jangan sampai pedagang atau bandar cari keuntungan besar, tapi masyarakat jadi tidak terjangkau," jelasnya.
Jika kenaikan harga terus berlangsung, Ngatiyana meminta dinas terkait membuat rencana operasi pasar. "Kami cek di lapangan supaya tidak signifikan naiknya. Nanti kita minta dinas terkait rencanakan operasi pasar berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk membantu mengendalikan harga," tuturnya. (OL-13)
Baca Juga: Pasar Murah Diharap Stabilkan Harga Jelang Ramadan di Sumsel
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar gas bersubsidi dengan menyediakan 2.000 tabung.
Pemprov Kalteng menggelar pasar murah di seluruh kabupaten dan kota sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
MentanĀ Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved