Jumat 09 April 2021, 16:41 WIB

Pemkot Cimahi Siapkan Operasi Pasar atasi Gejolak Harga Sembako

Depi Gunawan | Nusantara
Pemkot Cimahi Siapkan Operasi Pasar atasi Gejolak Harga Sembako

Antara
Warga memperlihatkan cabai dalam kantong plastik saat operasi pasar cabai murah untuk pelaku UMKM di Kediri, Jatim.

 

MENDEKATI bulan Ramadan 2021, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Kota Cimahi, Jawa Barat mulai merangkak naik. Kenaikan diperkirakan akan terus terjadi hingga jelang bulan puasa.

Di Pasar Antri, kenaikan harga diantaranya terjadi pada komoditas cabai merah tanjung dari semula Rp 52.000/kg menjadi Rp 56.000/kg. Untuk harga cabai rawit merah yang sempat mahal, kini berangsur turun di kisaran Rp80.000/kg dari asalnya Rp120.000/kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi dari rata-rata Rp110.000/kg menjadi Rp 120.000-130.000/kg. Harga daging ayam dari Rp35.000 menjadi Rp 38.000-40.000/kg. Komoditas telur juga mengalami kenaikan kisaran Rp 24.000/kg dari semula Rp 21.000/kg.

"Sekarang, harga daging sapi memang sedang naik," kata salah satu pedagang daging sapi, Olih Solihin, Jumat (9/4).

Menurut Olih, kenaikan harga disebabkan pasokan terbatas. "Dari jagal pasokannya berkurang, harga jadi tinggi. Sedangkan kalau mau munggah (puasa), biasanya orang banyak beli daging," ucapnya.

Hal senada disampaikan pedagang daging ayam, Nanang. Naiknya harga hingga mencapai Rp 40.000/kg karena terbatasnya pasokan, kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat. Diperkirakan, harga daging ayam bakal terus mengalami kenaikan sampai masuknya bulan puasa.

"Dari daerah pemasok dibatasi, jadi harus nyari ke daerah lain. Sedangkan buat Ramadan kebutuhan naik karena masyarakat banyak yang membutuhkan," ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengaku, pihaknya sudah turun ke pasar untuk memantau harga serta ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa.

"Yang stabil beras, harga terkendali dan stok juga aman. Sayuran lumayan harga agak naik, tapi masih batas normal. Untuk daging sapi ada kenaikan, karena menurut pedagang stok agak berkurang, sedangkan daging ayam sebetulnya stok melimpah tapi harga dari peternak sudah naik duluan," jelas Ngatiyana.

Pihaknya tidak menampik kemungkinan harga semakin naik mendekati bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari.

"Kemungkinan besar harga masih naik makin dekat Ramadan, mudah-mudahan saat masuk Ramadan bisa dikendalikan. Kalau naik lagi nanti kita sidak kembali, dan lihat penyebabnya," ungkapnya.

Menurutnya, diikhawatirkan dengan harga naik daya beli konsumen menurun. "Kita menekan ke pedagang agar harga tetap minimal jangan naik lagi, tapi kalau terpaksa naik karena memang harga dari pemasok tinggi. Jangan sampai pedagang atau bandar cari keuntungan besar, tapi masyarakat jadi tidak terjangkau," jelasnya.

Jika kenaikan harga terus berlangsung, Ngatiyana meminta dinas terkait membuat rencana operasi pasar. "Kami cek di lapangan supaya tidak signifikan naiknya. Nanti kita minta dinas terkait rencanakan operasi pasar berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk membantu mengendalikan harga," tuturnya. (OL-13)

Baca Juga: Pasar Murah Diharap Stabilkan Harga Jelang Ramadan di Sumsel

Baca Juga

Dok.MI

Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Bulukumba Sulawesi Selatan

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 04:45 WIB
Gempa yang berpusat di laut sekitar 60 kilometer timur laut Bulukumba dan berada pada koordinat 5.08 LS dan 120.57...
Dok.MI

14 Mantan Anggota DPRD Sumut Divonis Berbeda

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 03:45 WIB
Hakim menyatakan hal-hal yang memberatkan para terdakwa menyalahgunakan kewenangan sebagai anggota DPRD Sumut, tidak mendukung program...
ANTARA/HO-BMKG

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Wilayah Indonesia Timur

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 02:55 WIB
Wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir/bandang dua hari ke depan berdasarkan prakiraan berbasis dampak adalah Sulawesi Utara dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya