Kamis 08 April 2021, 16:36 WIB

Polri Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban di Adonara dan Lembata

mediaindonesia.com | Nusantara
Polri Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban di Adonara dan Lembata

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Anggota polisi dengan bantuan Unit Satwa K9 Mabes Polri melakukan pencarian korban gempa bumi di Mamuju, Sulbar, Senin (18/1/2021).

 

MARKAS Besar Polri mengirim anjing pelacak untuk mendukung upaya pencarian korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Adonara dan Lembata di Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Rishian Krisna B kepada Antara di Kupang, Kamis (8/4), mengatakan bahwa enam anjing pelacak Polri tiba di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (7/4).

Menurut dia, anjing pelacak yang meliputi satu anjing Pointer, dua anjing gembala Jerman, dan tiga anjing Belgian Malinois dikirim ke Pulau Adonara dan Kabupaten Lembata pada Kamis.

Anjing-anjing pelacak tersebut, ia mengatakan, semuanya memiliki kemampuan untuk menemukan mayat.

"Baru tadi didrop ke Lembata dan ke Pulau Adonara untuk mencari korban yang masih hilang hingga saat ini," kata Rishian.

Mantan Kepala Polres Timur Tengah Utara itu menambahkan, tiga anjing pelacak dibawa ke Pulau Adonara dan tiga lagi dibawa ke Lembata.

Menurut data yang diperoleh Antara, jumlah warga yang dilaporkan hilang di Pulau Adonara sebanyak 73 orang dan 68 orang di antaranya sudah ditemukan.

Lima korban bencana yang belum ditemukan meliputi dua warga Kecamatan Adonara Timur, satu warga Kecamatan Ile Boleng, dan dua warga Kecamatan Wotan Ulumado.

Rishian mengatakan bahwa upaya pencarian korban bencana di daerah itu terkendala karena keterbatasan alat berat.

Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Bencana alam itu menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Rabu (7/4) siang menyebabkan 124 orang meninggal dunia dan puluhan orang hilang. Selain itu bencana alam menyebabkan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa 13.230 orang mengungsi. (Ant/OL-09)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Harsoyo Akhirnya Jadi Ketua DPC Papdesi Kabupaten Tegal

👤Supardji Rasban 🕔Senin 12 April 2021, 08:14 WIB
Harsoyo akhirnya dikukuhkan menjadi Ketua DPC Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tegal setelah sempat...
Ilustrasi

Politik Uang Marak Jelang PSU di Kalimantan Selatan

👤Denny Susanto 🕔Senin 12 April 2021, 07:52 WIB
Jelang pemungutan suara ulang di Kalsel, dugaan kecurangan dan maraknya politik uang dengan berbagai motif di daerah lokasi PSU...
MI/Gabriel Langga

Ratusan Hektare Padi Siap Panen di Adonara Rata dengan Tanah

👤Gabriel Langga 🕔Senin 12 April 2021, 07:50 WIB
"Padi siap mau panen itu hancur semua. Untuk padi saya perkiraan yang siap mau panen tersebar di lima dusun itu ada sekitar ratusan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya