Rabu 31 Maret 2021, 07:04 WIB

Bupati Klaten Akan Wajibkan ASN Beli Beras Petani

Djoko Sardjono | Nusantara
Bupati Klaten Akan Wajibkan ASN Beli Beras Petani

Mi/Djoko DSardjono
Panen perdana benih padi Rojolele Srinuk di Klaten

 

PARA petani di Klaten, Jawa Tengah, diminta untuk tidak resah atau khawatir dengan adanya kabar bahwa pemerintah akan impor beras. Klaten sebagai lumbung pangan Jawa Tengah bahkan nasional, menolak kebijakan impor beras.

"Jadi, Pemkab Klaten menolak impor beras. Pasalnya, produksi padi daerah ini melimpah dan beras pun turah atau berlebih. Perlu diketahui, bahwa Klaten 2020 mengalami surplus beras 141.000 ton," kata Bupati Sri Mulyani dalam pengarahannya kepada  peserta bimbingan teknis Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) 2021 di Balai Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Selasa (30/3).

Kebijakan Pemkab Klaten menolak impor beras, karena ketersediaan pangan (beras) melimpah. Lihat saja, hasil panen tahun ini sampai Maret, Klaten sudah surplus sekitar 75.000 ton beras. Dan, April masih akan panen raya.

Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, Klaten dengan tegas menolak impor beras. Karena itu, petani kini tidak perlu khawatir. Meski sempat  mengeluh lantaran harga jual gabah hasil panen raya ini mengalami penurunan

"Nah, untuk membantu petani, ke depan seluruh 9.300 ASN Pemkab Klaten akan saya instruksikan untuk membeli beras dari petani. Dan, regulasinya itu nanti diatur oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Mulyani yang didampingi Asisten I Ronny Roekmito dan Camat Jagonalan Sutopo berpesan agar para petani dapat mempertahankan Klaten sebagai lumbung pangan Jawa Tengah dan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, melaporkan target kinerja DPKPP 2021, yakni peningkatan produktivitas padi 6,3 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.

Luas tanam padi di Klaten 70.000-an hektare tahun ini. Produksi diperkirakan sekitar 400.000 ton GKG. Sedangkan pada 2020, produksi 267.000 ton setara beras dan konsumsi 126.000 ton. Sehingga, Klaten surplus 141.000 ton.

Menurut Widiyanti, luas panen Maret 11.000 hektare, April 10.000 hektare, Mei 4.500 hektare, dan Juni 6.000 hektare. Kalau dihitung hasil panen April-Juni sudah cukup untuk kebutuhan Klaten sampai Oktober 2021.

"Jadi, Klaten tidak perlu dikhawatirkan akan kekurangan pangan. Ketersediaan pangan dari hasil panen petani melimpah. Lihat saja, Klaten 2020 mengalami surplus 141.000 ton beras," imbuh Kepala DPKPP Klaten.

baca juga: Stok Beras 1,4 Juta Ton pada Juni, Buwas Bicara Potensi Ekspor

Terkait dengan target produktivitas padi 6,3 ton GKG per hektare, Widiyanti mengakui bahwa untuk merealisasikan ada kendala yang dihadapi. Salah satunya hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

"Karena itu, dengan dilaksanakannya bimbingan teknis SLPHT diharapkan para peserta dalam hal ini kelompok tani dapat memahami teknis pengendalian hama. Sehingga, target produktivitas 6,3 ton GKG dapat dicapai," kata Widiyanti. (OL-3)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Cuaca Ekstrem, Ratusan Rumah di Demak Diterjang Angin Ribut

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:30 WIB
"Kami kaget, di tengah hujan mengguyur kawasan ini, tiba-tiba angin ribut terjadi hingga beberapa menit menerjang desa kami, genteng...
Dok. Lapas Tanjungpandang

Berdayakan Warga Binaan, Bengkel Kerja Lapas Tanjungpandan Terdaftar Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:15 WIB
Kegiatan tersebut berupa pembinaan kemandirian dan pelatihan yang tujuannnya untuk mengetahui bakat dan keahlian yang miliki oleh para...
MI/HO-MPN

Perayaan HPN 2023 di Solo Dipusatkan di Monumen Pers Nasional

👤Widjajadi 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:00 WIB
MONUMEN Pers Nasional (MPN) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta menggelar sejumlah kegiatan untuk memperingati Hari Pers...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya