Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Beras premium di sejumlah toko retail di wilayah Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Jawa Barat sejak beberapa bulan terakhir ditarik lantaran beredar beras oplosan. Kebutuhan beras di pasaran masih terus merangkak naik dan membuat pembeli mengeluhkan masalah tersebut.
Pegawai toko retail, Taufik mengatakan, kebutuhan beras premium yang selama ini dijualnya memang sudah lama dilakukan penarikan setelah beredar beras oplosan di berbagai daerah ditarik dan sekarang tidak ada penjualan. Namun, memang selama ini banyak pembeli selalu menanyakan terkait beras tersebut lantaran di pasar tradisional harganya merangkak naik.
"Beras premium berbagai merek berada di toko retail Priangan Timur sudah lama ditarik lantaran ditemukan beras oplosan. Akan tetapi, kebutuhan beras saat ini kosong dan tempat penyimpanan sudah diisi minyak goreng, gula pasir, terigu dan lainnya tapi pengisian beras setiap toko retail kurang tahu," katanya, Selasa (26/8/2025).
Ia mengatakan, penarikan beras premium kemasan 5 kilogram dengan harga berbeda membuat para pembeli secara leluasa memilih berbagai merek yang ada, karena sejauh ini konsumen dapat merasakan meski untuk harga satuannya Rp 15 ribu perkg dan jauh dengan harga pasar. Namun, kenaikan beras dipasaran untuk sekarang membuat banyak warga mengeluhkan.
"Biasanya saya membeli beras premium di toko sendiri dan untuk sekarang berpindah ke pasar meski harganya sebanding, tetapi memang kualitas beras premium berbeda. Akan tetapi, harga yang dijual di sejumlah pasar tradisional bervariatif mulai Rp 14 ribu, Rp 15 ribu dan warungan Rp 16 ribu perkg," ujarnya.
Sementara itu, Toto, 69, warga Kampung Sambongpari mengatakan, harga beras di sejumlah pasar tradisional sekarang telah mengalami kenaikan lantaran produksi gabah di tingkat petani menurun drastis dan pasokan menipis. Akan tetapi, kenaikan beras premium di tingkat pasar tradisional telah membuat warga harus membeli Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu perkg.
"Kenaikan beras yang terjadi sekarang ini bagi masyarakat berat sekali terutama untuk beras premium di pasar tradisional masih menjual Rp 13.500 hingga Rp 15 ribu perkg. Kenaikan beras disebabkan, karena sejumlah petani sudah melakukan masa tanam dan kebutuhan beras sudah pasti akan dijual mahal lantaran pasokan menipis," paparnya. (H-1)
Kelangkaan beras premium di pasaran terjadi karena produsen sudah telanjur memproduksi beras premium yang tidak sesuai standar.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke pasar tetap berjalan, meskipun beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan beras premium.
Dengan HET premium itu, risikonya ada pabrik yang tidak berani produksi karena harga bahan baku gabah dan dari petani masih tinggi.
Kelangkaan beras premium di pasaran terjadi karena produsen sudah telanjur memproduksi beras premium yang tidak sesuai standar.
Dalam kegiatan ini, Polsek Pamanukan menjual beras Bulog SPHP seberat 5kg dengan harga Rp 60.000 per kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved