Kamis 18 Maret 2021, 17:50 WIB

Redaktur Artistik Media Indonesia Donatus Ola Pereda Dimakamkan

Alexander P Taum | Nusantara
Redaktur Artistik Media Indonesia Donatus Ola Pereda Dimakamkan

MI/Alexander P Taum.
Suasana pemakaman jenazah Redaktur Artistik Media Indonesia Donatus Ola Pereda di Adonara, NTT, Kamis (18/3).

 

PATER Urbanus Bungalolon SVD, Kamis (18/3), pukul 15.24 Wita, memimpin ibadat pemakaman jenazah almarhum Donatus Ola Pereda, redaktur artistik Media Indonesia. Pastor Urbanus dulu juga memimpin misa pemberkatan saat mendiang menikah di Jakarta, belasan tahun silam.

Pemakaman Donatus dilangsungkan di permakaman keluarga di lingkungan Lewoduli, Kelurahan Lametwelu, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Disaksikan Media Indonesia, Kamis (18/3) petang, ribuan kerabat yang berasal dari sejumlah daerah, baik dalam Kelurahan Lametwelu maupun dari luar.

Diperkirakan pelayat yang mengiringi pemakaman almarhum mencapai 1.000 orang. Upacara pemakaman diawali sambutan perwakilan Media Indonesia dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, wartawan Media Indonesia yang meliput peristiwa duka itu membacakan sambutan Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi. "Kami keluarga besar Media Indonesia merasa kehilangan, sangat merasa kehilangan atas kepergianmu. Teman-teman sekantor memanggilmu Kaka Don. Kaka Don, terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Kaka telah mendedikasikan diri secara profesional selama bekerja. Bekerja dalam sunyi tanpa sedikit pun mengeluh. Kaka banyak bekerja sedikit bicara. Bahkan, Kaka selalu bekerja melampaui batas dengan penuh kasih. Kasih itulah yang Kaka tinggalkan untuk kami. Seluruh dirimu adalah tanda kasih itu sendiri yang akan terus tinggal bersama kami untuk selamanya dikenang. Terima kasih Kaka Don. Selamat jalan," tulis Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudiens Suhardi sebagaimana dibacakan Alexander Taum, wartawan Media Indonesia wilayah Flores-Lembata, sesaat sebelum pemakaman.

Sementara itu, Regius Ola Pada, mantan Lurah Lematewelu, dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan Donatus, baik tutur kata maupun tindakan kepada rekan kerja selama bekerja di Media Indonesia maupun siapa pun dalam keseharian di lingkungan sosialnya. "Maaf setulus hati dapat melapangkan jalan anak-adik kami Donatus Ola Pereda ke rumah Bapa di surga," ujar Regius.

Pastor Urbanus Bungalolon SVD ketika memimpin ibadat pemakaman dari rumah duka hingga ke kubur mengatakan dirinya mengenal mendiang sebagai orang yang berbicara bukan dengan kata-kata. Donatus bicara dengan kerja. "Sebagai ayah dan suami, dia (Donatus Ola Pereda) menyimpan seluruh persoalan hidupnya kemudian dengan senyum dan tawa, ia lalu membagi kebahagiaan kepada istri dan anak. Tapi semua tinggal kenangan. Kita seakan menggugat Allah. Begitu besarkah kesalahan sehingga maut harus menjemput dengan tiba-tiba dan seterusnya?" ujar Pastor Urbanus Bungalolon SVD.

Meski demikian, lanjutnya, Tuhan telah menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya. Peristiwa pemakaman jenazah Donatus diwarnai isak tangis istri dan empat anak almarhum. Bahkan, sang istri sempat pingsan berkali-kali. Selamat jalan Kaka Don. (OL-14)

Baca Juga

DOK  MI

Longsor Di Sibolangit Tewaskan Empat Orang

👤Widhoroso 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 00:07 WIB
EMPAT orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor di jalur Medan-Berastagi, tepatnya di kawasan tikungan PDAM Tirtanadi, Sibolangit,...
Ist

Bantu Kesejahteraan Warga, Civitas UP Tanam Empon di Kawasan Eko Wisata

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:41 WIB
Universitas Pancasila (UP) melakukan penanaman bibit empon-empon  di Kawasan Lembah Cisadane, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu...
Ist

Kementan Genjot Kesejahteraan Kelompok Wanita Tani di Sulsel 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:20 WIB
Kegiatan pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) yang sudah dilaksanakan, selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya