Rabu 17 Maret 2021, 15:15 WIB

Divaksin Bukan Berarti Abaikan Protokol Kesehatan

Lilik Darmawan | Nusantara
Divaksin Bukan Berarti Abaikan Protokol Kesehatan

MI/Lilik Darmawan
Bupati Banyumas Achmad Husein.

 

WARGA di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang telah menerima vaksin diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab, penerima vaksin masih dapat tertular covid-19, namun dampaknya ringan tahu tidak bergejala.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa vaksinasi di Banyumas masih terus dilanjutkan. Setelah tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik, kini mengarah kepada lansia.

"Vaksinasi akan terus diberikan kepada masyarakat. Bagi yang sudah divaksin, maka harus tetap disiplin dalam menaati prokes. Sebab, mereka yang divaksin tetap dapat tertular. Hanya memang dampaknya tidak sakit atau tidak bergejala," ujar Bupati Husein, Rabu (17/3).

Menurut Bupati, prokes tetap menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan covid. Sehingga ia berharap, seluruh masyarakat secara tertib mematuhi prokes. "Bagi warga yang belum divaksin harap bersabar dan jangan takut divaksin. Sebab, selama ini tidak ada laporan mengenai dampak buruk vaksin. Kalau ada lansia yang meninggal setelah divaksin, itu akibat faktor penyakit," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan bahwa saat sekarang pihaknya menerima vaksin untuk 11 ribu sasaran. Pada periode ini, sasarannya adalah lansia.  

"Lansia perlu diprioritaskan, supaya lebih cepat terlindungi. Apalagi, untuk Banyumas saja, lansia komorbid yang terkena covid-19, 80% di antaranya meninggal. Karena itulah, maka lansia menjadi prioritas," kata Sadiyanto.

Dikatakan oleh Sadiyanto, lansia yang menjadi sasaran adalah masyarakat umum dengan usia di atas 60 tahun. Sedangkan lansia pelayan publik berusia di atas 50 tahun.

"Pelayanan publik dengan usia di atas 50 tahun di antaranya adalah ASN dan guru. Sehingga nantinya mereka akan lebih dapat terlindungi ketika melayani masyarakat. Intinya, lansia perlu pengamanan dan perlindungan. Jangan sampai justru mereka yang muda-muda mendapat vaksin duluan," jelasnya.

Hingga kini, lanjutnya, Banyumas menerima sebanyak 62.282 dosis vaksin. Jumlah tersebut untuk 32.500-an sasaran, karena ada dua dosis yang disuntikkan. "Kami pastikan tidak ada vaksin yang kedaluwarsa. Karena vaksin paling awal saja baru sekitar dua bulan," tegas dia. (OL-13)

Baca Juga: Sultan: ASN yang Terlibat Korupsi Risiko Tanggung Sendiri

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

NasDem Santuni 3 Bersaudara yang Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

👤Reza Sunarya 🕔Senin 02 Agustus 2021, 05:59 WIB
Saan mengatakan NasDem akan menjamin seluruh pendidikan mereka hingga lulus perguruan...
Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...
MI/Ruta Suryana

Gratis, 1000 Nasi Bungkus per Hari di Kota Denpasar

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 20:38 WIB
"Karena ada PPKM level 4 dan kasyarakat sangat membutuhkan bantuan maka kami aktifkan lagi dapur umum ini," kata Wali Kota, Jaya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya