Jumat 12 Maret 2021, 17:20 WIB

Kecelakaan Maut Subang Diduga Karena Faktor Human Error

Supardji Rasban | Nusantara
Kecelakaan Maut Subang Diduga Karena Faktor Human Error

DOK MI
Bus Sri Padma yang mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat, Rabu (10/3).

 

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kkemnterian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyatakan, kecelakaan bus pariwisata Sri Padma di Sumedang Jawa Barat Rabu (10/3) lebih disebabkan karena faktor human error atau kesalahan manusia. Kecelakaan itu menewaskan 27 orang.

Hal tersebut disampaikan Budi Setiadi saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninjau Jembatan Timbang Tanjung di jalur Pantura Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (12/3). Budi Setiadi mengatakan saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menyelidiki penyebab kecelakaan.

"Lokasi kecelakaan merupakan jalam menurun dan berbelok tajam. Pengemudi kemungkinan tidak terampil dengan kondisi jalan seperti itu," jelasnya.

Menurutnya, pengemudi kemungkinan saat itu berusaha memindahkan gigi kendaraan. "Katakan dari gigi tiga ke satu, tapi kemudian gagal sehingga netral. Akibatnya kendaraan nyelonong. Jadi intinya faktor human errorr," terangnya.

Saat terjadi kecelakaan, bus mengangkut 65 orang, Dari jumlah tersebut perincian 39 orang selamat, 26 meninggal dan satu orang meninggal
dalam proses evakuasi. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:08 WIB
Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Jokowi diagendakan melakukan penanaman pohon mangrove bersama para duta besar, penggiat lingkungan,...
MI/Palce Amalo

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB
EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan...
MI/Denny Susanto

Melihat Kampung Anggrek di Desa Liyu di Kaki Pegunungan Meratus

👤Denny Susanto 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:45 WIB
Hampir semua warga Desa Liyu memiliki kebun anggrek yang ada di halaman depan maupun belakang rumah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya