Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DITRESKRIMUM Polda Riau bongkar bisnis penyelewengan solar subsidi yang dilakoni para sopir dan oknum Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Dumai.
Aksi kencing di jalan yang dilakukan para sopir dan penadah solor subsidi itu telah berlangsung selama 3 tahun berkat keterlibatan oknum operator teminal pengisian solar Pertamina Dumai.
"Kami menangkap tersangka yang terdiri dari dua sopir mobil tangki BBM,seorang penadah, dan oknum operator di TBBM Pertamina Dumai," kata Direktur Direskrimum Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Teddy Ristiawan diPekanbaru, Kamis (11/3).
Teddy menjelaskan, tindak pidana penggelapan dan pertolongan jahat terhadap BBM bersubsidi jenis solar itu sangat meresahkan masyarakat. Modus para pelaku yakni melakukan pengisian BBM jenis solar menggunakan mobil tangki bermuatan 5.000 liter untuk pengisian Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Kabupaten Bengkalis milik PT. Nurwati Maju Bersama. Saat melakukan pengisian BBM jenis Solar di TBBM PT. Pertamina Dumai, operator feeling set atau pengisian bahan bakar memberikan muatan melebihi deliveri order (DO)sebanyak 70 sampai 120 liter pada setiap mobil tangkinya.
"Kelebihan BBM jenis solar tersebut diberikan oleh operator setelah operator diberi uang sebesar Rp100 ribu sehingga PT. Pertamina mengalami kerugian dari perbuatan tersebut," tegas Teddy.
Baca juga : Kisah Korban Selamat dari Kecelakaan Maut di Sumedang
Selanjutnya, sambung Teddy, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 sopir mobil tangki yang diketahui baru saja kencing atau membuang sebagian muatan BBM bersubsidi jenis solar. Keduanya yaitu Basuki alias Abas, dan Suryadi alias Surya beserta barang bukti mobil truk tangki BM 8386 EU dan BM 8604 EU warna merah-putih, berikut STNK dan kunci kontak.
Kedua tersangka membeli kelebihan pengisian solar dari operator sebesar Rp100 ribu kemudian dikencingkan lagi ke penadah sebesar Rp320 ribu. Polisijuga menangkap tersangka Parbuhan Pohan alias Bahar yang merupakan penadah di gudang penampung BBM solar miliknya di Jalan lintas Dumai Bengkalis tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman RT 002 RW 001 Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kemudian dari hasil pengembangan, tim polisi lalu menangkap oknum operator TBBM Pertamina Dumai, tersangka Sofyan Apriansyah Ungerer di kantornya. Dari keterangan para tersangka diketahui semua solar hasil penyelewenangan itu selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat sekitar.
"Para tersangka dipersangkakan telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan pertolongan jahat atau penadah sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 374 dan pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana hukuman penjara selama 5 tahun," pungkas Teddy.(OL-2)
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Gakkum Kehutanan mengejar dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Gajah Sumatera yang mati terpenggal di Riau.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved