Jumat 05 Maret 2021, 17:50 WIB

40 Kg Sabu dan 50 ribu Ekstasi dari Malaysia ke Riau Digagalkan

Rudi Kurniawan | Nusantara
40 Kg Sabu dan 50 ribu Ekstasi dari Malaysia ke Riau Digagalkan

MI/Rudi Kurniawansyah
Polda Riau dan Bea Cukai membongkar aksi penyelundupan sebanyak 40 Kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi dari Malaysia.

 

POLDA Riau dan Bea Cukai berhasil membongkar aksi penyelundupan sebanyak 40 kilogram (Kg) sabu dan 50 ribu butir ekstasi di pantai jangkang, Desa Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Sedikitnya lima tersangka berhasil ditangkap dalam operasi antik Polda Riau tersebut.

"Ini tangkapan paling besar yang dilaksanakan pada 1 maret lalu di Pantai Jangkar, Desa Tenggayun. Pelaku utama Herman (HR) ditembak pada kaki kiri. Pelaku berperan sebagai penerima dari kurir laut narkoba yang dibawa dari Malaysia," kata Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Jumat (5/3).

Ia menjelaskan, kronologis penangkapan bermula pada Jumat (26/2), ketika tim mendapatkan informasi bahwa akan ada narkotika jenis sabu dan ekstasi masuk ke wilayah Tenggayun dan Api-Api atau Sepahat dari Malaysia.

Berdasarkan Info tersebut, lanjut Agung, tim segera melakukan penyelidikan dan mendapat petunjuk beberapa nama dan bagaimana cara narkotika jenis sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia tepatnya di Desa Tenggayun.

Agung mengungkapkan, setelah 4 hari melakukan penyelidikan baik di darat maupun di laut, pada Senin (1/3) sekitar pukul 22.00 WIB tim berjaga-jaga di wilayah pantai jangkang. Ternyata target mengetahui telah diintai dan melarikan diri dari tepi pantai, karena lokasi hutan dan rawa tim kehilangan jejak dan masuk ke wilayah hutan Tenggayun. Setelah berada dalam hutan lebih kurang 3 jam, tim mendapat 2 orang yang mencurigakan dan setelah diinterogasi mengaku bernama RS dan NZ. Dari kedua orang ini mengaku memang benar menyimpan narkotika dalam jumlah besar, namun tim belum menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Selanjutnya tim mencari tersangka lain dan menemukan tersangka SAI dan JUM dan kemudian akhirnya menemukan tersangka HR. Dari tersangka HR baru tim menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.

Agung menambahkan, dari pengakuan HR maka disebut nama saudara YS (lari saat penangkapan awal) dan SP (lari saat penangkapan awal) teman tersangka saat menjemput barang bukti 40 Kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi di tepi pantai. Adapun tersangka HR bekerja di bawah kendali BU (DPO) dan ED (DPO). Dari interogasi awal diketahui semua tersangka disuruh oleh ED yang kini buron.

"Hasil Interogasi, tersangka HR sudah 3 kali melakukan tindak pidana narkoba sebagai penerima barang dari luar Malaysia. Pada November yang bersangkutan berhasil memasukkan barang seberat 40 kg sabu, kemudian Desember 2020 dengan jumlah 45 kg berhasil disergap saat penyerahan ke bandar dan disita 23 kg. Kurir yang lari ke Medan ditangkap dan ditembak mati. Selanjurnya pada Maret ini masuk lagi tetapi gagal. Melalui operasi antik, Polda Riau akan lebih gencar lagi menangkap para bandar narkoba," tegas Agung.

Dari keterangan tersangka juga diketahui tersangka HR diupah sebesar Rp4 juta sekali kerja dan dikasih narkotika jenis Sabu oleh ED alias TK. Sedangkan tersangka NZ diupah Rp500 ribu, dan para tersangka lainnya bertugas sebagai mata-mata dan diupah dengan sabu dan uang apabila telah diterima pembeli.

Kapolda mengatakan, selama tiga pekan operasi antik sejak 18 Februari lalu hingga Maret, pihaknya menangani jumlah kasus narkoba sebanyak 231 kasus dengan 363 tersangka yang terdiri dari 330 laki-laki dan 33 perempuan.

"Sebagian besar tersangka merupakan bandar dengan kisaran umur terbanyak sekitar 26 tahun ke atas," jelas Agung.

Sementara Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Riau Agung Saptono mengatakan kawasan Selat Malaka di Riau merupakan daerah rawan untuk pintu masuk narkoba dari luar negeri atau Malaysia. Karena itu, pihaknya siap membantu Polda Riau dalam memberantas peredaran narkoba di daerah tersebut.

"Selat malaka ini paling cepat masuknya. Paling lama dengan speed 45 menit. Tangkapan 40 kg sabu ini berhasil menyelamatkan negara sekitar 16 ribu orang dari bahaya narkoba," pungkasnya.(OL-13)

 membongkar aksi penyelundupan sebanyak 40 Kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi

Baca Juga

Antara/Alysius Jarot Nugroho

Luhut Klaim Vaksinasi dan Isolasi Terpusat di Solo Berjalan Lancar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:28 WIB
“Target vaksinasi di Solo Raya pada akhir bulan ini dapat mencapai sebanyak-banyaknya. Kami akan terus mendorong pasokan vaksin ke...
MI/Apul Iskandar

Pangdam I/BB Didampingi Danrem 022/PT Tinjau Medan Latihan YTP Yonif R 100/PS

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:27 WIB
Sebelum  diberangkatkan, para peserta latihan baik sebagai pelaku maupun pendukung latihan harus memastikan tempat latihan tersebut...
MI/Andri Widiyanto

Kasus Kematian Covid-19 Usia Produktif Naik, Banyak yang belum Divaksin

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:16 WIB
Peningkatan tersebut diketahui paling banyak belum dilakukan vaksinasi dan memiliki penyakit...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kelola Sampah Makanan Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

INDONESIA merupakan negara penghasil sampah makanan terbanyak kedua di dunia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya