Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR luapan Bengawan Jero di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Jalan antarkecamatan yang semula sudah tidak tergenang kini kembali terendam lagi sepanjang 1,5 kilometer.
Banjir di permukiman juga meningkat lagi akibat masih tingginya curah hujan di kawasan setempat. Meski tidak ada warga yang mengungsi tapi genangan banjir mengakibatkan aktivitas perekonomian dan keseharian warga terhambat. Warga juga berharap bupati yang baru bisa menuntaskan banjir tahunan tersebut.
"Iya sudah seminggu ini genangan banjir naik kembali," kata Samidi, warga Desa Ketapang Telu, Kecamatan Karangbinangun, Kamis (4/3) sore. Menurut dia, tinggi genangan banjir disebabkan derasnya kiriman air sejumlah anak sungai Bengawan Solo yang hilirnya berada di kawasan Bendung Bengawan Jero di antaranya aliran Kali Deket dan Kali Plalangan.
"Semua mengalir ke sini sehingga jalan dan permukiman tergenang kembali. Padahal seminggu lalu baru saja surut," jelasnya.
Genangan banjir juga mengakibatkan aktivitas perekonomian dan keseharian warga terganggu. Meski tidak sampai mengungsi, banjir membuat kegiatan warga terhambat. Hal ini karena banjir merendam rumah warga.
"Semua serba susah Mas. Mau apa-apa juga sulit karena rumah masih tergenang setinggi 10-15 cm," jelasnya.
Senada disampaikan Satriyo, warga lain. Dalam seminggu ini, banjir kembali merendam sejumlah titik ruas jalan antarkecamatan penghubung Kecamatan Deket dengan Karangbinangun. "Tinggi jalan terendam berkisar antara 30-60 cm sehingga sangat mengganggu aktivitas kami," tambahnya.
Tak sedikit kendaraan roda dua yang mogok karena mesin terendam banjir. Menurut dia, banjir juga masih merendam ratusan hektare sawah maupun tambak di kawasan Bengawan Jero.
"Kami berharap banjir tahunan ini segera ada solusi terutama setelah ada bupati baru yang baru dilantik agar perekonomian warga normal kembali," pungkasnya. Banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan mengenangi tujuh kecamatan di wilayah setempat sejak akhir Desember 2020.
Akibatnya, rumah yang terdampak banjir meningkat tajam hingga 7.726 unit yang tersebar di 42 desa. Banjir juga merendam prasarana infrastruktur jalan, lahan pertanian, sawah, dan tambak sedikitnya 637 hektare di sejumlah kecamatan. Ketujuh kecamatan yang terdampak banjir itu meliputi Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. (OL-14)
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
JELANG masa arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini.
Keberhasilan instalasi struktur Biorock Garden pertama di wilayah Jawa Timut
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3) dan menyoroti jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang rusak
BADAN Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan i pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jatim
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved