Jumat 05 Maret 2021, 00:10 WIB

Warga Harap Bupati Baru Tuntaskan Banjir Tahunan Bengawan Jero

M Yakub | Nusantara
Warga Harap Bupati Baru Tuntaskan Banjir Tahunan Bengawan Jero

DOK Pemkab Lamongan.
Pemkab Lamongan menyalurkan bantuan beras 30 ton bagi korban banjir Bengawan Jero di enam kecamatan.

 

BANJIR luapan Bengawan Jero di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Jalan antarkecamatan yang semula sudah tidak tergenang kini kembali terendam lagi sepanjang 1,5 kilometer.

Banjir di permukiman juga meningkat lagi akibat masih tingginya curah hujan di kawasan setempat. Meski tidak ada warga yang mengungsi tapi genangan banjir mengakibatkan aktivitas perekonomian dan keseharian warga terhambat. Warga juga berharap bupati yang baru bisa menuntaskan banjir tahunan tersebut.

"Iya sudah seminggu ini genangan banjir naik kembali," kata Samidi, warga Desa Ketapang Telu, Kecamatan Karangbinangun, Kamis (4/3) sore. Menurut dia, tinggi genangan banjir disebabkan derasnya kiriman air sejumlah anak sungai Bengawan Solo yang hilirnya berada di  kawasan Bendung Bengawan Jero di antaranya aliran Kali Deket dan Kali Plalangan.

"Semua mengalir ke sini sehingga jalan dan permukiman tergenang kembali. Padahal seminggu lalu baru saja surut," jelasnya.

Genangan banjir juga mengakibatkan aktivitas perekonomian dan keseharian warga terganggu. Meski tidak sampai mengungsi, banjir membuat kegiatan warga terhambat. Hal ini karena banjir  merendam rumah warga.

"Semua serba susah Mas. Mau apa-apa juga sulit karena rumah masih tergenang setinggi 10-15 cm," jelasnya.

Senada disampaikan Satriyo, warga lain. Dalam seminggu ini, banjir kembali merendam sejumlah titik ruas jalan antarkecamatan penghubung Kecamatan Deket dengan Karangbinangun. "Tinggi jalan terendam berkisar antara 30-60 cm sehingga sangat mengganggu aktivitas kami," tambahnya.

Tak sedikit kendaraan roda dua yang mogok karena mesin terendam banjir. Menurut dia, banjir juga masih merendam ratusan hektare sawah maupun tambak di kawasan Bengawan Jero.

"Kami berharap banjir tahunan ini segera ada solusi terutama setelah ada bupati baru yang baru dilantik agar perekonomian warga normal kembali," pungkasnya. Banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan mengenangi tujuh kecamatan di wilayah setempat sejak akhir Desember 2020.

Akibatnya, rumah yang terdampak banjir meningkat tajam hingga 7.726 unit yang tersebar di 42 desa. Banjir juga merendam prasarana infrastruktur jalan, lahan pertanian, sawah, dan tambak sedikitnya 637 hektare di sejumlah kecamatan. Ketujuh kecamatan yang terdampak banjir itu meliputi Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. (OL-14)

Baca Juga

DOK MI

Calon Kades Di Garut Wajib Jalani Tes Narkotika

👤Kristiadi 🕔Kamis 15 April 2021, 01:34 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Jawa Barat melakukan tes urine kepada para bakal calon kepala desa. Ditargetkan tes...
Dok Media Indonesia

Permintaan Ikan Air Tawar dari Danau Maninjau Meningkat 5 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:48 WIB
Ikan jenis nila dan mas itu dipasarkan ke pasar tradisional di Sumbar, Jambi, Riau dan...
Antara

TWC Gelar Vaksinasi bagi Pelaku Wisata di Candi Borobudur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:45 WIB
"Harapannya nanti siap untuk menyambut datangnya wisatawan serta ikut menciptakan ekosistem wisata yang aman dan nyaman untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya